Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi teori konspirasi (pixabay.com/viarami)
ilustrasi teori konspirasi (pixabay.com/viarami)

Di era media sosial dan arus informasi super cepat, batas antara fakta, opini, dan spekulasi sering kabur. Teori konspirasi pun mudah beredar yang kadang dibungkus rapi, emosional, dan terdengar “masuk akal” di tengah ketidakpastian.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kepercayaan pada teori konspirasi sering berkaitan dengan faktor seperti kebutuhan akan kepastian, rasa tidak percaya pada otoritas, hingga kecenderungan berpikir intuitif dibandingkan analitis. Artinya, ini bukan soal pintar atau tidak, tetapi bagaimana cara otak kita memproses informasi.

Kuis ini bisa membantu kamu merefleksikan pola pikir dan kebiasaanmu saat menerima informasi. Ini bukan alat diagnostik, bukan pula untuk memberi label. Anggap saja sebagai cermin kecil untuk melihat seberapa kritis kamu saat berhadapan dengan klaim besar dan mencurigakan. Pilih satu jawaban yang paling mendekati dirimu, ya!

Question 1 / 10
0 / 10quiz has been choiceed.
Saat membaca berita yang terdengar “menghebohkan”, kamu biasanya:

Editorial Team