ilustrasi kopi cold brew dalam botol kaca (pexels.com/shu'kai chen)
Beberapa penikmat kopi seringkali mengeluhkan asam lambung setelah meminumnya. Nah, supaya tetap bisa ngopi dengan nyaman, ada beberapa cara yang bisa dicoba. Berikut tipsnya:
Asam tinggi pada kopi bisa mengiritasi lambung. Untuk itu, coba pilih kopi dengan label low-acid atau stomach-friendly. Selain itu, kopi dengan dark roast juga cenderung lebih rendah asam karena proses sangrainya bisa memecah senyawa asamnya.
Cara menyeduh kopi juga berpengaruh ke tingkat keasamannya, lho. Sebagai gambaran berikut penjelasannya:
Cold brew bisa menurunkan kadar asam sampai 60 persen sehingga lebih ramah buat lambung
Drip atau pour-over menghasilkan rasa yang lebih bersih karena menyaring banyak minyak yang bisa mengganggu perut
Hindari espresso, karena kadar kafein dan minyaknya lebih pekat sehingga cenderung 'keras' buat lambung
Menambahkan sedikit bahan yang bersifat basa bisa menetralkan asam pada kopi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan susu almond yang kaya kalsium guna mengurangi asamnya. Rasanya tidak terlalu berubah, tapi lebih aman buat lambung.
Kadang bukan kopinya yang bikin perut bermasalah, tapi tambahan di dalamnya. Misalnya seperti beberapa hal berikut:
Hindari pemanis buatan, krimer instan, atau sirup dengan perasa yang bisa memicu kembung
Pilih pemanis alami seperti madu
Kalau tidak cocok dengan susu sapi, gunakan alternatif seperti susu almond atau oat.
Jadi, pertanyaan robusta atau arabika yang aman untuk lambung akhirnya bisa terjawab dengan jelas. Yuk, pilih biji kopi yang tepat biar tetap bisa ngopi tanpa bikin perut tersiksa.