ilustrasi rambut rontok (freepik.com/freepik)
Untuk mendeteksi ada tidaknya gumpalan rambut, dokter akan menanyakan riwayat kebiasaan pasien. Termasuk kebiasaan menelan hal-hal selain makanan, bisa rambut, mainan, bulu hewan, dan lain sebagainya.
Dokter juga akan memeriksa adanya gejala fisik, seperti kerontokan rambut kulit kepala dan bau mulut. Selain itu, dokter juga bisa meminta pasien melakukan tes pencitraan untuk mengetahui ukuran gumpalan rambut.
Tes yang dilakukan meliputi:
- sinar-X
- USG
- CT scan
- Studi barium fluoroskopi (tes menelan barium)
- Endoskopi
Pada studi barium fluoroskopi, pasien akan diminta menelan barium yang merupakan sejenis bahan kimia untuk membuat area tubuh tertentu terlihat lebih jelas pada sinar-X. Setelahnya, dokter akan melewatkan sinar X-ray terus menerus ke tubuh untuk mendapatkan video real-time dari area yang mengalami gangguan.
Adapun endoskopi merupakan tindakan memasukkan tabung tipis dan fleksibel dengan lampu dan kamera ke tenggorokan. Upaya ini dilakukan untuk melihat bagian dalam tubuh dengan jelas secara real time. Endoskopi juga memungkinkan dokter mengambil sampel yang menyebabkan penyumbatan di perut.