ilustrasi jantung berdebar (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)
Tidak banyak yang menyadari bahwa makan terlalu banyak dapat memengaruhi detak jantung. Setelah makan besar, tubuh memerlukan energi tambahan untuk membantu proses pencernaan makanan. Akibatnya, jantung memompa darah lebih cepat agar organ pencernaan mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Perubahan ini kadang terasa sebagai detak jantung yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Sensasi tersebut dapat muncul bersamaan dengan rasa panas pada tubuh atau perasaan tidak nyaman di dada. Pada sebagian orang, kondisi ini juga diikuti keringat ringan setelah makan besar. Jika hal tersebut sering terjadi setelah menikmati hidangan Lebaran, tubuh sebenarnya sedang memberi tanda bahwa asupan makanan sudah berlebihan.
Makan bersama keluarga saat Lebaran memang menjadi momen menyenangkan, tetapi tubuh tetap memiliki batas dalam menerima asupan makanan. Berbagai sinyal seperti begah, kantuk berat, mual, hingga kembung sering muncul ketika porsi makan melewati kemampuan sistem pencernaan. Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, porsi makan bisa lebih disesuaikan agar tubuh tetap nyaman selama perayaan Lebaran. Jadi, apakah tubuh sudah pernah memberi sinyal seperti ini setelah makan besar saat Lebaran?
Referensi
"Overeating" Cleveland Clinic. Diakses pada Maret 2026
"What Happens When You Overeat?" Cleveland Clinic Abu Dhabi. Diakses pada Maret 2026
"Nine tips for a healthy Eid ul-Fitr" Diabetes Qualified. Diakses pada Maret 2026