ilustrasi teh tahongai (instagram.com/pemprov_kaltim)
Tahongai tersedia dalam bentuk suplemen kesehatan, ada juga yang berbentuk teh, dan ada suatu penelitian yang mengembangkan tahongai dalam bentuk gel.
Terdapat uji klinis yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang dan RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang, mengenai pemberian suplemen kesehatan yang terbuat dari berbagai ekstrak tanaman yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor, yang mana salah satunya adalah tahongai, terhadap pasien hepatitis.
Uji klinis yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy tahun 2014 ini menyatakan bahwa suplementasi tersebut dapat menurunkan kadar suatu enzim dalam hati yaitu alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST) pada pasien hepatitis setelah 7 hari pemberian suplemen bahan alam tersebut. Pada orang dengan gangguan hati, AST dan ALT memiliki kadar di atas normal.
Selain dalam bentuk suplemen, tahongai juga hadir dalam bentuk teh yang dikembangkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hassanudin, Makassar, dan memiliki khasiat sebagai pelindung hati juga.
Terdapat juga penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kendari, mengenai gel dari ekstrak daun tahongai. Gel tersebut menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik.
Itulah beberapa manfaat sehat dari tahongai. Secara empiris, tahongai memiliki khasiat untuk melindungi hati. Namun, seiring berkembangnya penelitian dan pengetahuan, banyak yang mengungkap khasiat tahongai lainnya. Wah, Indonesia kaya akan tumbuhan herbal yang bisa dikembangkan untuk pengobatan, ya!