ilustrasi kue Lebaran (unsplash.com/Lee Milo)
Perubahan tekstur dan rasa juga bisa jadi tanda bahwa kue Lebaran sudah tidak layak dikonsumsi. Kue yang awalnya renyah bisa menjadi lembek atau sebaliknya menjadi terlalu keras dan mudah hancur. Perubahan ini sering kali disertai dengan rasa yang tidak lagi enak seperti sebelumnya.
Dalam ilmu pangan, kondisi ini dikenal sebagai proses staling atau penuaan yang umum terjadi pada produk berbahan dasar tepung dan mentega. Mengutip dari Britannica, staling menyebabkan perubahan pada tekstur, seperti kehilangan kelembutan dan elastisitas serta penurunan kualitas rasa. Karena itu, jika tekstur dan rasa kue sudah berubah signifikan, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.
Tak bisa dimungkiri, sebagian orang kerap menyimpan kue Lebaran selama berbulan-bulan lantaran tampilannya yang masih bagus dan menggugah selera. Padahal, perubahan kecil yang tidak terlihat jelas bisa menandakan kualitas kue sudah menurun dan tidak lagi aman dikonsumsi. Jadi, untuk menghindari segala risiko tertentu, sebaiknya cek dulu kondisi kue sebelum lanjut dikonsumsi.
Referensi
“Mold, Foodborne Diseases, and Mycotoxins”. Food Safety Institute. Diakses April 2026.
“Quality maintenance”. Britannica. Diakses April 2026.
“Woodhead Publishing Series in Food Science, Technology and Nutrition”. ScienceDirect. Diakses April 2026.