ilustrasi ibu hamil (pexels.com/cottonbro studio)
Tubuh selalu memberikan respons ketika mengalami kekurangan energi atau cairan, sehingga kepekaan terhadap perubahan kondisi fisik menjadi hal yang sangat penting selama menjalani puasa. Gejala seperti pusing berat, tubuh terasa sangat lemah, mual terus-menerus, jantung berdebar, atau urin berwarna pekat dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan asupan segera. Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin apabila dibiarkan berlanjut.
Perubahan gerakan janin yang terasa berkurang atau berbeda dari biasanya juga perlu diperhatikan sebagai sinyal bahwa tubuh memerlukan evaluasi segera. Membatalkan puasa dalam kondisi tertentu merupakan langkah perlindungan yang dibenarkan secara medis maupun agama karena kesehatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama. Kesadaran untuk mendengarkan tubuh membantu mencegah risiko yang tidak diinginkan selama masa kehamilan.
Menjalani Ramadan saat hamil memerlukan kesiapan fisik serta pemahaman yang matang agar ibadah tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan, sehingga memahami tips puasa untuk ibu hamil menjadi bekal penting sebelum mengambil keputusan. Setiap kehamilan memiliki kondisi unik sehingga pendekatan yang dilakukan pun harus disesuaikan secara personal melalui pemantauan kesehatan yang konsisten. Bagaimana persiapanmu menghadapi puasa saat hamil tahun ini, sudahkah benar-benar siap menjalaninya?
Referensi
"Pregnancy Tips to Stay Healthy While Fasting" Prenagen. Diakses pada Februari 2026.
"10 tips pregnant women should consider if they decide to fast during Ramadan" Fakih IVF. Diakses pada Februari 2026.
"Fasting in pregnancy" Tommy's. Diakses pada Februari 2026.
"Fasting During Pregnancy: Guidance for Expecting Mothers in Ramadan" Real Birth Company. Diakses pada Februari 2026.