ilustrasi pasien berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/pressfoto)
Sebagian besar cegukan akan hilang dalam beberapa menit. Namun, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut cegukan persisten dan bisa berkaitan dengan gangguan saraf, gangguan metabolik, atau efek obat tertentu.
Jika cegukan berlangsung lebih dari dua hari, disertai nyeri dada atau muntah, atau mengganggu tidur dan makan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Cegukan saat puasa memang mengganggu, tetapi biasanya tidak berbahaya. Teknik sederhana seperti menahan napas, pernapasan diafragma, atau manuver Valsalva bekerja dengan memengaruhi refleks saraf yang mengontrol diafragma.
Yang terpenting, pahami bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk kembali ke ritme normal. Jika cegukan bersifat ringan, kamu bisa mengatasinya tanpa harus membatalkan puasa. Namun, jika berlangsung lama atau muncul berulang tanpa sebab jelas, evaluasi medis tetap diperlukan demi keamanan.
Referensi
“Hiccups: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
“Hiccups: Symptoms and Causes.” Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
Juan Brañuelas Quiroga, José Urbano García, and Julio Bolaños Guedes, “Hiccups: A Common Problem With Some Unusual Causes and Cures,” British Journal of General Practice 66, no. 652 (October 27, 2016): 584–86, https://doi.org/10.3399/bjgp16x687913.
“Hiccups.” National Health Service. Diakses Februari 2026.
Peter J Kahrilas and Guoxiang Shi, “Why Do We Hiccup?,” Gut 41, no. 5 (November 1, 1997): 712–13, https://doi.org/10.1136/gut.41.5.712.
Full-Young Chang and Ching-Liang Lu, “Hiccup: Mystery, Nature and Treatment,” Journal of Neurogastroenterology and Motility 18, no. 2 (April 10, 2012): 123–30, https://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.2.123.