Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Air Lemon untuk Memutihkan Gigi, Aman atau Malah Merusak?
ilustrasi memeras air lemon (vecteezy.com/Yevhen Smyk)
  • Air lemon memang dapat membantu mengangkat noda permukaan pada gigi, tetapi efeknya sangat terbatas dan tidak benar-benar memutihkan warna alami gigi.

  • Kandungan asam sitrat pada lemon dapat mengikis enamel, lapisan terluar gigi yang melindungi gigi dari sensitivitas dan kerusakan.

  • Jika terlalu sering digunakan, air lemon justru dapat membuat gigi tampak lebih kuning, lebih sensitif, dan lebih mudah berlubang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gigi putih sering dianggap sebagai tanda kebersihan, kesehatan, bahkan menambah rasa percaya diri. Karena itu, tidak sedikit orang mencoba berbagai cara rumahan untuk membuat warna gigi terlihat lebih cerah, termasuk menggunakan air lemon. Di media sosial, air lemon kerap dipromosikan sebagai bahan alami untuk memutihkan gigi karena dianggap mampu menghilangkan noda dan plak.

Namun, sesuatu yang alami tidak otomatis aman. Lemon mengandung asam sitrat dalam kadar tinggi, dan justru inilah yang menjadi masalah. Meski asam dapat membantu melonggarkan noda di permukaan gigi, paparan berulang juga bisa merusak enamel, yaitu lapisan keras yang melindungi bagian dalam gigi.

1. Apakah air lemon benar-benar bisa memutihkan gigi?

Jawabannya: tidak sepenuhnya.

Air lemon mungkin membuat gigi tampak sedikit lebih bersih dalam jangka pendek karena sifat asamnya dapat membantu mengikis noda superfisial dari kopi, teh, atau rokok. Namun, efek ini berbeda dengan proses pemutihan gigi yang sebenarnya.

Pemutihan gigi yang dilakukan secara medis umumnya menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Bahan tersebut bekerja menembus enamel dan memecah pigmen di lapisan dalam gigi. Sementara itu, lemon hanya bekerja di permukaan dan tidak mengubah warna alami gigi.

Masalahnya, ketika enamel terus terkikis, lapisan dentin di bawahnya yang berwarna lebih kekuningan justru menjadi lebih terlihat. Artinya, penggunaan lemon yang terlalu sering bisa membuat gigi tampak lebih kuning.

2. Mengapa lemon bisa merusak gigi?

ilustrasi orang mengigit lemon (pixabay.com/Engin_Akyurt)

Asam sitrat dalam lemon memiliki pH yang sangat rendah, sekitar 2 hingga 3. Sebagai perbandingan, enamel mulai mengalami demineralisasi ketika pH di mulut turun di bawah 5,5. Saat terkena asam, mineral penting pada enamel mulai larut dan permukaan gigi menjadi lebih lunak.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan asam sitrat dapat menyebabkan penurunan kekerasan enamel, demineralisasi, hingga hilangnya struktur gigi secara permanen. Pada tahap awal, kerusakan mungkin belum terlihat jelas. Namun, seiring waktu, enamel dapat menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah aus.

Studi laboratorium yang meneliti air perasan lemon pada enamel gigi menemukan bahwa cairan ini memiliki potensi erosif yang tinggi. Kerusakan meningkat seiring lamanya kontak dengan gigi. Peneliti melihat hilangnya kilau enamel, perubahan warna, serta pelarutan struktur email gigi pada paparan yang berulang.

3. Apa saja tanda enamel mulai terkikis?

Kerusakan enamel biasanya terjadi perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai gejalanya cukup mengganggu.

Beberapa tanda enamel mulai menipis antara lain:

  • Gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam.

  • Permukaan gigi terasa lebih halus atau licin.

  • Tepi gigi tampak lebih tipis atau transparan.

  • Warna gigi terlihat lebih kuning.

  • Gigi terasa ngilu saat menyikat gigi.

  • Lebih mudah muncul retakan kecil atau lubang pada gigi.

Enamel yang sudah hilang tidak dapat tumbuh kembali secara alami. Karena itu, mencegah kerusakan jauh lebih penting dibanding mencoba memperbaikinya setelah terjadi.

4. Bagaimana jika tetap ingin tetap minum air lemon?

ilustrasi air lemon (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Minum air lemon sesekali umumnya tidak masalah, terutama jika tujuannya untuk menambah rasa pada air putih. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi, cara konsumsi, dan durasi paparan asam pada gigi.

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kerusakan enamel antara lain:

  • Gunakan sedotan agar cairan tidak terlalu banyak mengenai gigi.

  • Encerkan air lemon dengan lebih banyak air.

  • Hindari menyeruput sedikit demi sedikit selama berjam-jam.

  • Bilas mulut dengan air putih setelah minum.

  • Tunggu setidaknya 30 menit sebelum menyikat gigi.

  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride untuk membantu memperkuat enamel.

Menyikat gigi langsung setelah minum air lemon justru dapat memperparah kerusakan karena enamel sedang dalam kondisi lunak akibat paparan asam.

5. Adakah cara yang lebih aman untuk memutihkan gigi?

Jika tujuan utamanya adalah membuat gigi lebih putih, ada beberapa pilihan yang lebih aman dibanding menggunakan air lemon secara rutin.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Membersihkan noda dengan scaling atau pembersihan profesional oleh dokter gigi.

  • Menggunakan pasta gigi whitening yang tidak terlalu abrasif.

  • Memakai produk pemutih yang sudah teruji dan direkomendasikan dokter gigi.

  • Melakukan bleaching profesional di klinik gigi.

  • Mengurangi konsumsi kopi, teh, rokok, dan minuman berwarna gelap.

Produk pemutih yang mengandung bahan aktif seperti hidrogen peroksida tetap perlu digunakan dengan hati-hati, tetapi risikonya umumnya lebih terukur dibanding penggunaan asam lemon secara berulang tanpa pengawasan.

Walaupun alami, air lemon bukan cara yang aman untuk memutihkan gigi. Efek cerah yang mungkin muncul biasanya hanya sementara dan berasal dari pengikisan noda di permukaan, bukan perubahan warna gigi yang sesungguhnya.

Di sisi lain, risiko kerusakan enamel cukup nyata, terutama jika air lemon digunakan terlalu sering atau didiamkan lama di mulut. Ketika enamel terkikis, gigi bisa menjadi lebih sensitif, tampak lebih kuning, dan lebih rentan terhadap kerusakan jangka panjang. Karena enamel tidak dapat tumbuh kembali, menjaga lapisan ini tetap utuh jauh lebih penting.

Referensi

J. Zheng et al., “Erosion Behavior of Human Tooth Enamel in Citric Acid Solution,” Tribology International 42, no. 11–12 (January 4, 2009): 1558–64, https://doi.org/10.1016/j.triboint.2008.12.008.

L.J. Grando et al., “In Vitro Study of Enamel Erosion Caused by Soft Drinks and Lemon Juice in Deciduous Teeth Analysed by Stereomicroscopy and Scanning Electron Microscopy,” Caries Research 30, no. 5 (January 1, 1996): 373–78, https://doi.org/10.1159/000262345.

T Attin et al., “Effect of Mineral Supplements to Citric Acid on Enamel Erosion,” Archives of Oral Biology 48, no. 11 (July 16, 2003): 753–59, https://doi.org/10.1016/s0003-9969(03)00156-0.

J.A Hughes et al., “Effects of pH and Concentration of Citric, Malic and Lactic Acids on Enamel, in Vitro,” Journal of Dentistry 28, no. 2 (February 1, 2000): 147–52, https://doi.org/10.1016/s0300-5712(99)00060-3.

Leslie A. Ehlen et al., “Acidic Beverages Increase the Risk of in Vitro Tooth Erosion,” Nutrition Research 28, no. 5 (May 1, 2008): 299–303, https://doi.org/10.1016/j.nutres.2008.03.001.

“Erosive Potential of Powdered Juice Drinks on Dental Enamel,” PubMed, February 1, 2021, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33350955/.

Jae-Heon Kim, Soyeon Kim, and Young-Seok Park, “Effects of a Commercial Whitening Toothpaste Containing Hydrogen Peroxide and Citric Acid on Dentin Abrasion and Erosion,” BMC Oral Health 23, no. 1 (September 1, 2023): 619, https://doi.org/10.1186/s12903-023-03319-x.

Editorial Team