ilustrasi kanker payudara (pexels.com/Anna Tarazevich)
Dimuat dalam jurnal British Journal of Sport Medicine pada awal September 2022, sebuah penelitian gabungan ingin mencari tahu apakah waktu aktivitas fisik dan waktu duduk atau berbaring bisa memengaruhi risiko kanker payudara. Untuk itu, para peneliti dari penjuru dunia menganalisis 76 studi dari Breast Cancer Association Consortium (BCAC).
Secara total, studi ini melibatkan 130.957 partisipan perempuan dengan garis keturunan Eropa. Para partisipan ini terbagi menjadi tiga grup:
- 9.838: Pasien kanker payudara invasif (yang sudah menyebar secara lokal).
- 6.667: Pasien kanker payudara in situ (yang belum menyebar).
- 54.452: Partisipan tidak terdiagnosis kanker payudara.
Dalam studi ini, para peneliti menggunakan metode statistik yang dikenal sebagai "randomisasi Mendelian". Metode ini mencari tahu hubungan antara jenis kanker dan faktor genetik yang terkait dengan aktivitas fisik dan perilaku sedenter.