TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Gary Iskak Dikatakan Sakit Kanker Hati, Ini Penyebab dan Gejalanya

Cegah sebelum terlambat

ilustrasi kanker hati (wkhs.com)

Aktor Gary Iskak dikabarkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Dari kabar yang beredar, ia disebut-sebut mengalami kanker hati.

Sering menyerang di usia 55 ke atas, kanker hati sering dikaitkan dengan hepatitis. Menurut statistik oleh situs Globocan pada 2020, kanker hati diketahui menghasilkan 905.677 kasus baru dan 830.180 kematian di seluruh dunia.

Biasanya, pada tahap awal kanker hati tidak menimbulkan gejala apa pun. Kalaupun akhirnya timbul gejala, artinya kanker sudah mencapai tahap lanjut. Jadi, deteksi dini sangat penting serta melakukan langkah-langkah pencegahan sedini mungkin.

1. Apa itu kanker hati?

ilustrasi kanker hati (kinstacdn.com)

Sesuai namanya, kanker hati adalah kanker pada organ hati atau lever, organ di bawah tulang rusuk dan organ kelenjar terbesar yang menjaga tubuh bebas dari racun dan zat berbahaya.

Hati bertugas memproduksi empedu agar tubuh dapat mencerna lemak, vitamin, dan nutrisi; menyimpan nutrisi dan memecah obat serta racun. Saat sel kanker berkembang di hati, maka sel-sel hati pun hancur, sehingga kemampuan dan fungsi hati pun terganggu.

Kanker hati terbagi jadi dua: primer (berkembang di sel hati) dan sekunder (dari organ lain ke hati).

Organ hati juga merupakan tempat tumbuhnya kanker jenis lain yang disebut kanker hati sekunder atau metastasis. Biasanya ini disebabkan oleh sel kanker yang tersebar melalui aliran darah atau sistem limfatik.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk bagi Hati yang Harus Dibuang Jauh-jauh

2. Tipe kanker hati primer

ilustrasi lever atau hati (hindustantimes.com)

Kanker hati primer dapat dipecah menjadi jenis-jenis sel kanker yang menyerang sel hati. Inilah beberapa jenis kanker hati primer:

  • Hepatocellular carcinoma (HCC) atau hepatoma: jenis kanker hati primer yang paling umum, 75 persen dari semua kanker hati. HCC bermula di hepatosit, sel hati yang dominan. HCC dapat menyebar dari hati ke bagian tubuh lainnya, seperti pankreas, usus, dan perut, serta lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki kerusakan hati yang parah akibat penyalahgunaan alkohol.

  • Cholangiocarcinoma: dikenal juga sebagai kanker saluran empedu, saluran yang membawa empedu dari kantung empedu untuk melancarkan pencernaan. Jika dimulai di saluran empedu dalam hati, disebut kanker saluran empedu intrahepatik. Jika dimulai di luar hati, disebut kanker saluran empedu ekstrahepatik. Cholangiocarcinoma menyumbang 10-20 persen kasus kanker hati.

  • Liver angiosarcoma: jenis kanker hati langka yang bermula dari pembuluh darah di hati. Liver angiosarcoma berkembang sangat cepat, jadi biasanya terdiagnosis pada stadium yang lebih lanjut.

  • Hepatoblastoma: jenis kanker hati yang sangat langka dan hampir selalu ditemukan pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 3 tahun. Pada tahap awal, hepatoblastoma dapat ditangani dengan operasi atau kemoterapi dengan angka harapan hidup lebih dari 90 persen.

3. Gejala kanker hati primer dan sekunder

penyakit kuning atau jaundice (britannica.com)

Banyak orang tidak mengalami gejala pada tahap awal kanker hati primer. Gejala yang muncul mungkin termasuk:

  • Sensasi tidak nyaman, nyeri, dan tertekan di perut
  • Penyakit kuning
  • Tinja berwarna putih pucat
  • Mual dan muntah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Lesu dan lunglai
ilustrasi gejala kanker hati (freepik.com/8photo)

Sama seperti kanker hati primer, kanker hati sekunder tidak menunjukkan gejala signifikan pada tahap awal. Pada tahap kronis, kanker hati metastasis dapat menyebabkan pembengkakan pada hati, sehingga menghalangi sirkulasi darah dan empedu. Karena itu, gejala-gejala ini bisa terjadi:

  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Urine berwarna gelap
  • Perut bengkak atau kembung
  • Penyakit kuning
  • Nyeri di bahu kanan dan perut kanan atas
  • Mual dan muntah
  • Kelinglungan
  • Berkeringat dan demam
  • Pembesaran pada hati yang dapat dirasakan lewat benjolan di sisi kanan perut, tepat di bawah tulang rusuk

4. Penyebab dan proses penyebaran kanker hati

ilustrasi penyakit pada hati (freepik.com/Racool_studio)

Risiko metastasis bergantung pada lokasi kanker primer. Meski kanker primer diangkat, tetap ada risiko kanker menyebar hingga bertahun-tahun kemudian. Oleh karena itu, pasien harus rutin melakukan check-up.

Lokasi kanker primer yang paling mungkin menyebar ke hati adalah kanker:

  • Payudara
  • Usus besar
  • Dubur
  • Ginjal
  • Kerongkongan
  • Paru-paru
  • Kulit
  • Ovarium
  • Rahim
  • Pankreas
  • Perut

Ada enam tahap dalam proses metastasis kanker ke hati. Tidak semua kasus metastasis mengikuti tahapan ini, tetapi kebanyakan melewatinya. Inilah tahap-tahapan metastasis kanker ke hati:

  • Invasi lokal: sel kanker berpindah dari situs utama ke jaringan normal terdekat.

  • Intravasasi: sel kanker bergerak melalui dinding pembuluh getah bening dan pembuluh darah di dekatnya.

  • Sirkulasi: Sel kanker bermigrasi melalui sistem limfatik dan aliran darah ke bagian tubuh lainnya.

  • Penahanan dan ekstravasasi: sel kanker berhenti bergerak ketika mencapai lokasi yang jauh. Mereka kemudian bergerak melalui dinding kapiler (pembuluh darah kecil) dan menyerang jaringan di dekatnya.

  • Proliferasi: Sel kanker tumbuh di lokasi yang jauh dan membuat tumor kecil yang disebut mikrometastasis.

  • Angiogenesis: mikrometastasis merangsang pembentukan pembuluh darah baru, yang memasok nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumor.

Baca Juga: Sempat Diderita Barli Asmara, Ini 7 Penyebab Umum Gangguan Lever

5. Siapa saja yang rentan terkena kanker hati?

ilustrasi kanker hati (nfcr.org)

Penyebab pasti dari kanker hati tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki riwayat infeksi hepatisis B atau C
  • Mengonsumsi alkohol
  • Mengalami kerusakan atau sirosis hati
  • Terpapar aflatoksin, zat beracun pada kacang tanah, biji-bijian, dan jagung
  • Mengidap diabetes dan obesitas

6. Diagnosis kanker hati primer

ilustrasi diagnosis kanker hati (freepik/torwalphoto)

Diagnosis kanker hati dimulai dengan memeriksa riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Jujurlah kepada dokter jika kamu memiliki riwayat konsumsi alkohol jangka panjang atau infeksi hepatitis B atau C. Tes dan prosedur diagnostik untuk kanker hati meliputi:

  • Tes fungsi hati: membantu dokter menentukan kondisi kesehatan hati dengan mengukur kadar protein, enzim hati, dan bilirubin dalam darah.

  • Tes alpha-fetoprotein (AFP): adanya protein AFP dalam darah bisa menjadi tanda kanker hati. AFP biasanya hanya diproduksi di hati dan kantung kuning bayi sebelum persalinan. Produksi AFP biasanya berhenti setelah lahir.

  • CT scan atau MRI: menghasilkan citra hati dan organ lain di perut secara rinci, sehingga memungkinkan dokter untuk menentukan lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor ke organ lain selain hati.
ilustrasi biopsi hati (liverdoctor.com)

Selain empat tes sebelumnya, tes diagnosis lain adalah biopsi, dengan mengangkat sebagian kecil jaringan dari hati. Biopsi jarum adalah yang paling sering dilakukan. Sesudah mendapatkan sampel dari hati, sampel tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mendeteksi jejak-jejak sel kanker.

Biopsi hati juga dapat dilakukan dengan laparoskop, saluran tipis dengan kamera. Laparoskop dimasukkan melalui sayatan kecil di perut untuk melihat hati dan melakukan biopsi yang lebih tepat dan akurat. Jika sayatan yang dibuat lebih besar untuk mengambil lebih banyak sampel, ini disebut laparotomi.

Jika kanker hati terdeteksi, dokter akan menentukan stadiumnya atau tingkat keparahan dan penyebarannya dan menentukan pengobatan. Berikut adalah stadium kanker hati:

  • Stadium I: tumor tetap berada di hati dan belum menyebar ke organ atau lokasi lain.
  • Stadium II: ada beberapa tumor kecil yang mayoritas berada di hati, atau satu tumor yang telah mencapai pembuluh darah.
  • Stadium III: ada berbagai tumor besar atau satu tumor yang telah mencapai pembuluh darah utama.
  • Stadium IV: kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

7. Pengobatan untuk kanker hati

ilustrasi pengobatan kanker hati (parkwaycancercentre.com)

Perawatan untuk kanker hati bervariasi dan tergantung dari jumlah, ukuran, dan lokasi tumor di hati, fungsi hati, adanya sirosis, atau apakah tumor telah menyebar ke organ lain. Perawatan untuk kanker hati mencakup:

  • Hepatektomi: mengangkat sebagian atau seluruh organ hati jika kanker terbatas pada hati. Seiring waktu, jaringan sehat yang tersisa akan tumbuh kembali dan menggantikan bagian yang hilang.

  • Transplantasi hati: penggantian organ hati yang sudah tak berfungsi dengan hati yang sehat dari donor yang sesuai. Transplantasi hanya dapat dilakukan jika kanker belum menyebar ke organ lain.

  • Ablasi: suntikan panas atau etanol untuk menghancurkan sel kanker, dan opsi lain selain hepaktomi dan transplantasi.

  • Kemoterapi: terapi obat agresif yang menghancurkan sel kanker yang dimasukkan via intravena (IV) dan kebanyakan diberikan sebagai pengobatan rawat jalan. Meskipun efektif, terdapat efek samping yang signifikan dan peningkatan pada risiko infeksi.

  • Terapi radiasi: penggunaan pancaran radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker lewat sinar eksternal atau radiasi internal. Sinar eksternal ditembakkan ke perut dan dada, sementara radiasi internal melibatkan penyuntikkan materi radioaktif kecil ke arteri hepatik lewat kateter. 

  • Terapi target: penggunaan obat-obatan yang dirancang untuk menyerang sel kanker yang rentan. Mereka menurunkan pertumbuhan tumor dan membantu menghentikan suplai darah ke tumor. Sama seperti ablasi, terapi target membantu pasien yang bukan kandidat untuk hepatektomi atau transplantasi hati. Tetapi, metode ini memiliki efek samping yang signifikan.

  • Embolisasi dan kemoembolisasi: prosedur pembedahan untuk memblokir arteri hepatik, sehingga mengurangi jumlah darah yang mengalir ke tumor. Dalam kemoembolisasi, obat kemoterapi disuntikkan ke dalam arteri hepatik sebelum partikel disuntikkan, sehingga obat kemoterapi bekerja di hati untuk waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko Hepatitis, Hindari Mulai Sekarang!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya