Jawaban singkatnya: bisa ada, tetapi tidak selalu jelas atau mudah dikenali. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tubuh dapat menunjukkan sinyal neurologis sebelum terjadinya serangan stroke yang sebenarnya, tetapi bentuk dan intensitasnya bisa sangat bervariasi antara individu.
1. Transient ischemic attack (TIA): sinyal yang paling dikenal sebelum stroke
Sinyal peringatan yang paling penting dan terbukti ilmiah adalah TIA atau “mini stroke.”
TIA terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sementara, menyebabkan gejala mirip stroke tetapi hilang sendiri dalam waktu kurang dari 24 jam.
Penelitian besar dan pernyataan dari American Heart Association/American Stroke Association (AHA/ASA) menunjukkan bahwa TIA merupakan penanda bahwa stroke mungkin segera terjadi, sering kali dalam hitungan hari atau minggu setelahnya. Dalam analisis kohort di Oxford, sekitar 9 persen pasien yang akhirnya mengalami stroke besar melaporkan TIA pada hari sebelum stroke yang sebenarnya terjadi.
Gejala TIA tidak berbeda dengan stroke: kelemahan pada satu sisi wajah atau tubuh, bicara cadel, penglihatan terganggu, atau kehilangan keseimbangan. Karena gejala ini cepat hilang, banyak orang salah mengira sebagai gangguan ringan, padahal ini adalah alarm neurologis yang serius.
2. Sakit kepala "unik" atau tidak biasa
Selain TIA, beberapa studi mencatat bahwa beberapa pasien mengeluhkan sakit kepala yang parah dan berbeda dari biasanya beberapa jam hingga hari sebelum stroke.
Para peneliti juga menjelaskan fenomena "sakit kepala sentinel", yaitu nyeri kepala yang muncul sebelum stroke dan kemudian diikuti oleh insiden stroke. Ini bukan sakit kepala biasa seperti migrain atau tipe tegang, melainkan nyeri yang tiba-tiba, intens, dan tidak responsif terhadap analgesik biasa, yang bisa menandakan masalah vaskular mendalam di otak.
3. Perubahan lainnya
Selain TIA dan sakit kepala, gejala lain yang kadang terjadi—meskipun tidak spesifik dan mudah diabaikan—termasuk:
Kelemahan ringan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
Perubahan bicara singkat atau kesulitan memahami ucapan.
Pusing, kehilangan keseimbangan, atau gangguan penglihatan.
Gejala-gejala ini bisa datang dan pergi, dan sering diabaikan sebagai kelelahan, kurang tidur, atau stres. Namun, jika muncul mendadak dan tidak biasa bagi, ini harus dipandang serius karena bisa menunjukkan aliran darah ke otak mulai terganggu.