Di tengah cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat, berbagi botol atau gelas minum saat haji sering dianggap hal biasa. Ada jemaah yang saling menawarkan air karena khawatir temannya dehidrasi, ada pula yang memakai gelas bergantian karena sulit mencari tempat sampah atau air minum baru.
Sayangnya, kebiasaan tersebut membawa risiko kesehatan. Dalam kondisi jutaan orang berkumpul di area yang padat seperti Mina, Arafah, dan Masjidil Haram, berbagi wadah minum bisa menjadi jalur penularan berbagai penyakit.
Jemaah haji dan umrah dianjurkan untuk tidak berbagi barang pribadi seperti botol air, gelas, maupun alat makan untuk mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan. Lingkungan haji merupakan situasi dengan kontak antarmanusia yang sangat intens sehingga penyebaran infeksi menjadi lebih mudah.
Penyakit menular seperti influenza dan meningitis meningokokus dapat menyebar melalui droplet atau percikan air liur yang menempel pada permukaan benda, termasuk bibir botol dan gelas minum. Selain lewat udara, penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menggunakan wadah minum yang sama dengan orang yang sedang sakit.
