Agar hipertensi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius, penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Mengurangi konsumsi garam.
Rutin berolahraga.
Menjaga berat badan ideal.
Berhenti merokok.
Mengelola stres.
Minum obat sesuai anjuran dokter.
Rutin memeriksa tekanan darah.
Makin cepat hipertensi dikontrol, makin kecil risiko terjadinya kerusakan pada jantung dan paru-paru.
Kesimpulannya, hipertensi memang bisa menyebabkan sesak napas, tetapi biasanya terjadi karena komplikasi yang berkembang akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat melemahkan jantung, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, hingga memicu hipertensi pulmonal.
Karena sesak napas bisa menjadi tanda gangguan serius pada jantung atau paru-paru, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul mendadak atau makin parah.
Referensi
Harvard Health Publishing. Diakses pada Mei 2026. "When High Blood Pressure Affects The Lungs."
Healthline. Diakses pada Mei 2026. "Can High Blood Pressure Cause Shortness of Breath?"
Liv Hospital. Diakses pada Mei 2026. "Can High Blood Pressure Cause Shortness of Breath?"
Michigan Medicine. Diakses pada Mei 2026. "Why Does Pulmonary Hypertension Cause Shortness of Breath?"
Ubie. Diakses pada Mei 2026. Short of Breath? "Why Pulmonary Hypertension Happens & Medically Approved Next Steps."