gambar secangkir kopi hitam (unsplash.com/M o e)
Dengan beberapa risiko di atas, pertanyaannya, apakah ibu hamil boleh minum kopi? Dilansir Cleveland Clinic, sebetulnya masalah utamanya bukan di kopi itu sendiri, melainkan kafein di dalamnya. Untuk ibu hamil, konsumsi kafein disarankan gak boleh lebih dari 200 mg per hari. Takaran ini tidak hanya berlaku untuk kopi, tapi juga makanan dan minuman lain yang mengandung kafein.
Sayangnya agak susah untuk menakar berapa kafein yang terkandung dalam makanan maupun minuman. Pasalnya setiap brand pasti memiliki kadar kafein yang berbeda satu sama lainnya. Jadi daripada menebak-nebak berapa jumlah kafein yang sudah diminum, akan lebih baik kalau ibu hamil mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi minuman berkafein selama masa kehamilan. Jika berhenti terasa sulit, solusi lainnya adalah dengan mengonsumsi kopi decaf (decaffeinated) yang sebagian besar kandungan kafeinnya sudah dihilangkan.
Kopi memang bisa memberikan manfaat. Namun semua juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kita. Terlebih selama masa kehamilan, makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh memberikan efek besar untuk bayi di dalam kandungan.
Referensi
“Caffeine and Pregnancy — How Does Caffeine Affect My Baby?” Cleveland Clinic Health. Diakses Januari 2026.
“Caffeine During Pregnancy.” KidsHealth (Nemours). Diakses Januari 2026.
“Top Evidence-Based Health Benefits of Coffee.” Healthline. Diakses Januari 2026.
“You Might Not Need to Cut Out Coffee During Pregnancy.” Medical News Today. Diakses Januari 2026.
“How Long Does Caffeine Last — How Long Symptoms Last.” Healthline. Diakses Januari 2026.
“Decaf Coffee and Pregnancy — How Much Is Safe?” Healthline. Diakses Januari 2026.
“Caffeine During Pregnancy — Safety.” Healthline. Diakses Januari 2026.