ilustrasi mencukur kumis dan jenggot (unsplash.com/Sander Sammy)
Mencukur rambut bisa menciptakan kondisi yang memudahkan bakteri masuk, seperti:
Pisau cukur dapat menyebabkan luka kecil yang tidak selalu terlihat. Iritasi atau luka mikro setelah mencukur dapat meningkatkan risiko infeksi kulit. Luka ini menjadi pintu masuk bagi bakteri.
Setelah rambut dicukur, folikel menjadi lebih terbuka dan sensitif. Jika area tersebut terpapar kotoran, keringat, atau bakteri, risiko infeksi meningkat.
Pisau cukur yang tidak steril bisa menjadi sumber bakteri. Penelitian menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus dapat bertahan pada permukaan benda dan berpindah ke kulit. Ini menjelaskan kenapa penggunaan alat cukur bersama atau tidak higienis meningkatkan risiko.
Mencukur juga dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair), yang dapat memicu peradangan dan infeksi. Kondisi ini sering menjadi awal dari terbentuknya bisul kecil.