Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Minum Air Hangat Bisa 'Melarutkan' Lemak?
ilustrasi lontong gulai, salah satu makanan berlemak (commons.wikimedia.org/Indonesiagood
  • Klaim bahwa air hangat bisa melarutkan lemak tidak terbukti secara ilmiah, karena pencernaan lemak bergantung pada enzim dan empedu, bukan suhu air yang diminum.

  • Meski tidak membakar lemak langsung, minum air hangat dapat membantu rasa kenyang lebih cepat dan sedikit meningkatkan metabolisme tubuh.

  • Air hangat bisa mendukung gaya hidup sehat bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang serta aktivitas fisik rutin untuk hasil penurunan berat badan yang efektif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang percaya minum air hangat setelah mengonsumsi makanan berlemak bisa semacam "melarutkan" lemak dan membantu pencernaan. Sekilas ini terdengar masuk akal karena lemak mencair pada suhu tinggi. Sayangnya, tubuh manusia tidak bekerja seperti itu.

Pencernaan lemak melibatkan enzim dan proses biologis di saluran cerna, bukan cuma pemanasan oleh air. Akibatnya, klaim bahwa air hangat langsung melarutkan atau mempercepat pencernaan lemak tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.

1. Lemak dan air tidak bisa menyatu

Anggapan minum air hangat bisa melarutkan lemak tubuh, apalagi jika diminum setelah makan atau sebelum tidur, tidak tepat.

Air hangat tidak mampu mengubah lemak menjadi cairan yang bisa langsung keluar dari tubuh, seperti yang kadang digambarkan di media sosial.

Secara dasar kimia, lemak adalah zat yang bersifat lipofilik (menyukai lemak), sedangkan air adalah zat hidrofilik (menyukai air). Keduanya tidak bisa saling melarutkan secara langsung, sehingga minum air hangat tidak akan membuat lemak tubuh “lumer” atau larut begitu saja.

Tubuh manusia tidak bekerja seperti panci yang memanaskan lemak hingga cair. Lemak yang kamu konsumsi akan dicerna melalui proses kompleks dalam sistem pencernaan, dibantu oleh enzim dan empedu, bukan oleh suhu air yang kamu minum.

2. Minum air hangat tetap bermanfaat

ilustrasi air hangat (freepik.com/freepik)

Minum air hangat memang tidak bisa melarutkan lemak, tetapi bisa membantu manajemen berat badan secara tidak langsung. Beberapa mekanisme yang mendukung teori ini adalah:

  • Rasa kenyang lebih cepat: Air hangat bisa mengisi lambung dan memberi sinyal kenyang lebih awal, sehingga keinginan makan berlebihan bisa berkurang.

  • Efek termogenesis ringan: Tubuh perlu menyesuaikan suhu air ke suhu tubuh. Minum sekitar 500 ml air bisa meningkatkan metabolisme sekitar 30 persen selama 40 menit, dan sebagian efek itu berasal dari proses pemanasan air tersebut. Namun, besarnya hanya sekitar 24 kkal per hari, jauh dari cukup untuk membakar lemak secara signifikan.

  • Membantu kebiasaan makan lebih sehat. Minum air hangat setelah makan bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat, misalnya menggantikan minuman manis atau tinggi kalori.

Artinya, air hangat bisa menjadi alat bantu, bukan obat ajaib.

3. Air hangat bisa mendukung gaya hidup sehat

Jika ingin menjadikan air hangat sebagai kebiasaan sehat, kamu bisa coba tips ini:

  • Minum air hangat sebelum makan untuk membantu rasa kenyang dan mengurangi porsi makan.

  • Gunakan sebagai pengganti minuman manis seperti teh manis, soda, atau sirop, sehingga asupan kalori harian berkurang.

  • Gabungkan dengan aktivitas fisik teratur seperti jalan kaki, olahraga ringan, atau latihan kekuatan, karena penurunan lemak hanya terjadi saat tubuh membakar lebih banyak energi dari yang dikonsumsi.

Air hangat boleh jadi bagian dari rutinitas, tetapi fokus utama tetap pada pola makan seimbang dan gaya hidup aktif. Dan, air hangat dapat membantu rasa kenyang dan sedikit meningkatkan metabolisme, sehingga bisa mendukung penurunan berat badan jika dipadukan dengan pola makan dan aktivitas yang sehat.

Referensi

"Busting Common Myths Around Drinking Water". The Core. Diakses Maret 2026.

"Debunking water myths: weight loss, calorie burn and more". The University of Alabama at Birmingham. Diakses Maret 2026.

Boschmann, Michael, Jochen Steiniger, Uta Hille, Jens Tank, Frauke Adams, Arya M. Sharma, Susanne Klaus, Friedrich C. Luft, and Jens Jordan. “Water-Induced Thermogenesis.” The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 88, no. 12 (December 1, 2003): 6015–19.

R, Suchitra M., Balachandar S, and Parthasarathy S. “Intake of Hot Water After Each Meal as a Weight Reduction Strategy – a Prospective Randomized Controlled Trial.” Biomedicine 43, no. 01 (April 9, 2023): 514–16.

"Does warm water help you lose weight?". Aspect Health. Diakses Maret 2026.

Editorial Team