Istilah super flu belakangan ramai dibicarakan seiring lonjakan kasus influenza dengan gejala berat yang dilaporkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua karena anak-anak disebut sebagai kelompok yang paling sering terdampak. Sejumlah laporan media internasional dan nasional menunjukkan bahwa mayoritas pasien berasal dari usia balita hingga anak sekolah.
Kondisi tersebut terjadi saat musim flu berlangsung dengan tingkat penularan yang lebih luas dan durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa. Situasi ini membuat banyak orang tua bertanya apakah super flu bisa menyerang anak dan seberapa besar risiko komplikasinya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini agar orang tua bisa lebih waspada dan memahami cara melindungi anak dari risiko super flu.
