Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seberapa Efektif Vaksin Flu dalam Mencegah Super Flu?

Seberapa Efektif Vaksin Flu dalam Mencegah Super Flu
ilustrasi vaksin flu (flickr.com/Government of Prince Edward Island)
Intinya sih...
  • Super flu adalah istilah populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza yang lebih berat dan lama pemulihannya.
  • Vaksin flu musiman masih efektif melawan super flu, dengan efektivitas sekitar 72-75 persen pada anak-anak dan remaja serta 32-39 persen pada orang dewasa.
  • Tantangan utama bukan kemampuan vaksin, melainkan cakupan vaksinasi yang masih rendah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seberapa efektif vaksin flu dalam mencegah super flu menjadi pertanyaan yang banyak muncul belakangan ini, seiring ramainya istilah super flu diperbincangkan di media massa dan linimasa media sosial. Beragam narasi beredar, mulai dari anggapan bahwa super flu merupakan virus baru hingga kekhawatiran bahwa flu ini lebih berbahaya dan berpotensi memicu pandemi. Di tengah derasnya informasi tersebut, pemahaman yang tepat dari sudut pandang kesehatan menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak kepanikan.

Perlu dipahami, super flu bukanlah istilah medis resmi. Istilah ini digunakan secara populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza dengan gejala yang dirasakan lebih berat serta masa pemulihan yang cenderung lebih lama dibanding flu musiman. Meski terasa lebih parah, penyebab utamanya tetap virus influenza yang umum beredar.

Fenomena super flu sendiri dikaitkan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) subclade K, yaitu hasil mutasi dari virus influenza musiman yang kini lebih dominan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan beberapa wilayah Eropa.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa kasus yang dikaitkan dengan super flu telah terdeteksi sejak 25 Desember 2025. Hal ini menegaskan pentingnya kewaspadaan sekaligus pemahaman berbasis sains, termasuk peran vaksin flu dalam menekan risiko infeksi dan keparahan gejala.

Upaya pencegahan dan perlindungan diri

Untuk melindungi diri dan orang-orang sekitar dari virus flu, termasuk varian subclade K yang disebut super flu, lakukan langkah-langkah ini:

  • Perilaku hidup bersih dan sehat: Cuci tangan pakai sabun, tutup mulut saat batuk, dan hindari kontak dekat saat sakit sangat membantu mengurangi penularan.
  • Waspadai gejala berat: Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala makin berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pasien penyakit kronis.
  • Vaksinasi flu tahunan: Vaksin influenza musiman masih memberikan perlindungan terhadap berbagai strain, termasuk sebagian varian yang beredar.

Seberapa efektif vaksin flu yang ada sekarang terhadap super flu?

ilustrasi vaksin influenza Fluzone.
ilustrasi vaksin influenza Fluzone (unsplash.com/CDC)

Seberapa jauh vaksin flu saat ini mampu melindungi tubuh dari varian terbaru influenza A (H3N2) subclade K menjadi salah satu pertanyaan besar di tengah meningkatnya kekhawatiran publik. Kabar baiknya, data awal menunjukkan bahwa vaksin flu masih bekerja.

Berdasarkan estimasi awal yang dipublikasikan dalam jurnal Eurosurveillance, vaksin flu musiman saat ini tetap memberikan perlindungan yang bermakna terhadap influenza yang cukup berat hingga membutuhkan perawatan medis, termasuk infeksi yang disebabkan oleh super flu. Pada anak-anak dan remaja, efektivitas vaksin berada di kisaran 72–75 persen, sedangkan pada orang dewasa efektivitasnya diperkirakan sekitar 32–39 persen.

Para peneliti menegaskan bahwa angka ini tidak berarti vaksin gagal melawan subclade K. Justru, tingkat perlindungan tersebut dinilai sebanding dengan efektivitas vaksin flu terhadap influenza A(H3N2) pada akhir musim flu dalam beberapa tahun terakhir, baik di Inggris, negara-negara Eropa, maupun Kanada. Dengan kata lain, kinerja vaksin terhadap varian ini masih berada dalam rentang yang wajar dan diharapkan.

Namun, tantangan terbesar bukan terletak pada kemampuan vaksin, melainkan pada cakupan vaksinasi. Di Inggris, misalnya, tingkat vaksinasi pada kelompok usia di atas 65 tahun tergolong cukup tinggi. Sebaliknya, cakupan vaksin pada kelompok dewasa muda yang berisiko serta tenaga kesehatan masih relatif rendah. Padahal, peningkatan vaksinasi pada kelompok-kelompok ini dapat secara signifikan menurunkan penularan, angka rawat inap, serta tekanan pada sistem layanan kesehatan.

Temuan ini menggarisbawahi satu pesan penting: vaksin flu tetap relevan dan bermanfaat, tetapi dampaknya akan jauh lebih besar jika diiringi dengan partisipasi vaksinasi yang lebih luas, terutama di kelompok yang berperan besar dalam rantai penularan.

Referensi

"Superflu: Fakta Medis di Balik Fenomena Flu yang Ramai Dibicarakan." RS Lavalette. Diakses Januari 2026.

"Superflu” or same old flu? How subclade K influenza is playing out worldwide." GAVI. Diakses Januari 2026.

Freja Cm Kirsebom et al., “Early Influenza Virus Characterisation and Vaccine Effectiveness in England in Autumn 2025, a Period Dominated by Influenza a(H3N2) Subclade K,” Eurosurveillance 30, no. 46 (November 20, 2025), https://doi.org/10.2807/1560-7917.es.2025.30.46.2500854.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Tangan Pria Ini Bersisik Tiap Kena Air, Ternyata Penyakit Langka

08 Jan 2026, 08:03 WIBHealth