Alasannya adalah window period atau masa jendela.
Penjelasannya, setelah HIV masuk ke tubuh, dibutuhkan waktu sebelum virus, antigen p24, atau antibodi terhadap HIV mencapai jumlah yang dapat dideteksi oleh suatu pemeriksaan. Jika seseorang melakukan tes terlalu dini, hasilnya masih dapat non reaktif meskipun infeksi baru saja terjadi.
Penelitian yang menguji 222 sampel dari orang yang baru saja mengalami serokonversi HIV menemukan bahwa tes generasi baru bisa mendeteksi infeksi lebih cepat.
Untuk tes laboratorium kombinasi antigen‑antibodi, disebutkan persentil ke‑99 masa jendela ≈ 44 hari. Artinya, sekitar 99 persen orang yang terinfeksi akan terdeteksi oleh tes ini dalam waktu 44 hari setelah infeksi.
Dengan kata lain, jika tes dilakukan sangat dini (sebelum 44 hari) dan hasilnya negatif, masih ada kemungkinan infeksi belum terdeteksi.
Jadi, jenis pemeriksaan dan waktu pemeriksaan juga perlu diketahui.
Untuk kepastian hasil dan saran lebih lanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.