ilustrasi sembelit (pexels.com/Polina Zimmerman)
Perubahan pada kondisi tubuh, aktivitas, dan pola makan dapat membuat frekuensi BAB berubah. Perubahan tersebut bisa menjadi hal wajar karena dapat kembali normal. Namun, kamu perlu waspada dan berkonsultasi pada dokter jika perubahan berlangsung lebih dari seminggu yang disertai beberapa gejala. Adapun, gejala-gejalanya:
diare berdarah,
feses berwarna hitam,
pendarahan terus-menerus dari anus,
nyeri perut hebat,
muntah darah seperti ampas kopi,
tidak buang air besar selama lebih dari 3 hari.
Dapat disimpulkan bahwa frekuensi BAB setiap orang berbeda-beda. Jika, kamu BAB 3 kali sehari atau 3 kali dalam seminggu, itu bisa dianggap normal. Sebab, indikator kesehatan usus bukan hanya diukur dari frekuensi BAB. hal tersebut juga bisa dilihat dari tampilan tinja itu sendiri.
Referensi
“How Often and How Long Should It Take You to Poop?”. Cleveland Clinic Health Essentials. Diakses Februari 2026.
“How Many Times Should You Poop a Day?”. Healthline. Diakses Februari 2026.
“How often should someone poop each day?”. Medical News Today. Diakses Februari 2026.
“What to know about the Bristol Stool Form Scale”. Medical News Today. Diakses Februari 2026.