Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Gerakan Push-Up Dilakukan untuk Melatih Kekuatan Otot?

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ivan S Follow)
Intinya sih...
  • Push-up melatih kekuatan otot dengan memanfaatkan berat badan sendiri sebagai beban latihan.
  • Gerakan ini melibatkan banyak otot sekaligus, mulai dari dada, lengan, bahu, hingga otot inti dan punggung atas.
  • Jika dilakukan rutin dengan teknik yang benar, push-up efektif meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan kontrol tubuh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gerakan push-up dilakukan untuk melatih kekuatan otot. Itu karena push-up menggunakan berat badan sendiri sebagai beban latihan. Saat melakukan push-up, tubuh bertumpu pada tangan dan kaki, lalu bergerak naik turun secara berulang sehingga otot-otot tubuh bagian atas harus bekerja lebih keras.

Jenis latihan seperti ini sudah lama digunakan dalam berbagai program kebugaran karena praktis, bisa dilakukan di mana saja, dan tidak membutuhkan alat tambahan. Meski terlihat sederhana, push-up mampu membantu meningkatkan kekuatan otot secara bertahap jika dilakukan dengan teknik yang benar. Berikut uraian lengkapnya.

1. Otot dada ikut bekerja keras saat tubuh didorong ke atas

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Setiap kali tubuh didorong naik dari posisi bawah, bagian dada otomatis ikut bekerja untuk membantu mengangkat badan. Saat tangan menekan lantai, dorongan itu bukan cuma datang dari lengan, melainkan juga dari otot dada yang membantu menahan dan menggerakkan tubuh. Gerakan sederhana ini terjadi berulang kali selama latihan berlangsung.

Karena yang ditahan berat badan sendiri, otot dada lama-lama terbiasa menghadapi tekanan tersebut. Tanpa disadari, kekuatan dada meningkat seiring tubuh menyesuaikan diri dengan beban yang sama dari waktu ke waktu. Inilah alasan kenapa latihan ini terasa sederhana, tapi tetap efektif untuk melatih otot dada dalam aktivitas fisik sehari-hari.

2. Otot lengan belakang membantu mendorong tubuh tetap kuat dan stabil

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat melakukan push-up, tak hanya otot dada yang bekerja, tetapi juga bagian lengan belakang yang berperan besar dalam mendorong tubuh ke atas. Ketika tangan menekan lantai dan lengan diluruskan, otot lengan belakang ikut aktif menahan sekaligus mengangkat berat badan. Gerakan ini terjadi terus-menerus dari awal sampai akhir latihan tanpa benar-benar berhenti.

Karena harus menahan beban tubuh berulang kali, otot lengan belakang perlahan terbiasa dengan tekanan tersebut. Seiring latihan dilakukan secara rutin, kekuatan dan daya tahan lengan pun meningkat sehingga dorongan terasa lebih stabil. Efeknya tidak hanya terasa saat push-up, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari yang membutuhkan tenaga dorong, seperti mendorong pintu berat atau menopang tubuh saat bangun dari posisi rendah.

3. Bahu membantu menjaga posisi tubuh tetap stabil

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat melakukan push-up, bahu ikut bekerja agar posisi lengan tidak mudah bergeser ke kanan atau kiri. Ketika tubuh turun, lalu naik kembali, bahu membantu menahan agar gerakan tetap lurus dan tidak goyah. Peran ini sering tidak terasa, padahal bahu jadi penopang penting selama latihan berlangsung.

Dengan bantuan bahu, beban tubuh bisa terbagi lebih merata antara lengan dan dada. Kalau bahu kurang kuat atau tidak ikut bekerja dengan baik, gerakan push-up biasanya terasa tidak seimbang dan cepat melelahkan. Lewat latihan yang dilakukan berulang, bahu perlahan terbiasa menopang berat badan sambil tetap menjaga arah gerakan tetap rapi dan terkendali.

4. Otot bagian tengah tubuh membantu posisi tetap lurus

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat melakukan push-up, tubuh perlu dijaga agar tidak melengkung ke bawah atau terangkat di bagian pinggul. Agar posisi tetap lurus dari kepala sampai kaki, bagian tengah tubuh, seperti perut dan punggung, ikut menahan badan selama gerakan berlangsung. Tanpa disadari, bagian ini bekerja terus sejak gerakan pertama sampai latihan selesai.

Ketika posisi tubuh stabil, dorongan tangan ke lantai jadi terasa lebih kuat dan seimbang. Tenaga tidak terbuang karena tubuh tidak goyah ke mana-mana. Itulah kenapa push-up bukan cuma soal kekuatan tangan, tapi juga melatih kemampuan tubuh menjaga keseimbangan saat menahan berat badan sendiri.

5. Punggung atas membantu gerakan tubuh tetap seimbang

ilustrasi push-up
ilustrasi push-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat melakukan push-up, punggung atas ikut bekerja untuk menjaga posisi tubuh tetap stabil ketika tangan dan lengan bergerak. Bagian ini membantu mengatur agar bahu dan lengan bergerak selaras sehingga tubuh tidak condong atau terasa berat di satu sisi saja. Tanpa bantuan punggung atas, gerakan push-up bisa terasa goyah dan cepat melelahkan.

Peran punggung atas juga membuat gerakan tetap rapi meski tenaga mulai berkurang. Tubuh jadi lebih terkontrol dari awal hingga akhir latihan, tanpa banyak gerakan yang berantakan. Dari sini, terlihat bahwa push-up bukan sekadar soal kuat di satu bagian tubuh, melainkan soal kerja sama banyak otot agar gerakan terasa lebih ringan dan seimbang.

Gerakan push-up dilakukan untuk melatih kekuatan otot melalui proses yang sering diabaikan banyak orang. Latihan ini sering diremehkan karena terlihat sederhana, padahal hasilnya sangat bergantung pada ketekunan dan ketepatan gerak yang kamu lakukan. Lantas, seberapa sering push-up sudah menjadi bagian dari latihan rutin kamu?

Referensi
"Effect of Progressive Calisthenic Push-up Training on Muscle Strength and Thickness". Randomized Controlled Trial. Diakses Januari 2026.
"Pushups". Physio. Diakses Januari 2026.
"Seven benefits of doing push-ups". Nike. Diakses Januari 2026.
"The rise of push-ups: A classic exercise that can help you get stronger". Harvard Medical School. Diakses Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More

9 Buah Ini Punya Efek Penangkal Kanker, Sering-seringlah Konsumsi

06 Feb 2026, 19:57 WIBHealth