Salah satu risiko paling serius dari konsumsi ikan sapu-sapu adalah kandungan logam berat seperti merkuri, kadmium, dan seng. Beberapa studi menunjukkan bahwa ikan dapat menyerap logam berat dari air, sedimen, serta makanan di sekitarnya sehingga berpotensi menjadi perantara masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh manusia.
Penelitian juga menemukan bahwa kadar logam berat pada ikan sapu-sapu di beberapa wilayah bahkan melebihi batas aman. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, zat ini dapat berdampak pada kesehatan, seperti kerusakan organ hingga gangguan sistem saraf. Padahal ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dengan lemak rendah. Namun, manfaat tersebut bisa tertutupi jika ikan berasal dari perairan yang tercemar.
Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Hasudungan A. Sidabalok, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, yang menegaskan bahwa ikan sapu-sapu dari perairan tercemar seperti Sungai Ciliwung tidak layak dikonsumsi. Ia menyebutkan bahwa ikan dari lingkungan tersebut berpotensi mengandung logam berat, bakteri patogen, dan parasit yang berbahaya bagi manusia.
Melihat berbagai risikonya, bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari keracunan hingga paparan logam berat, bisa berdampak pada kesehatan, bahkan dalam jangka panjang. Karena itu, sebaiknya menghindarinya dan memilih sumber makanan lebih aman, ya.
Apakah ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi? | Tidak sepenuhnya aman, terutama jika berasal dari perairan tercemar karena berisiko mengandung zat berbahaya. |
Apa saja risiko kesehatan dari makan ikan sapu-sapu? | Risikonya meliputi keracunan makanan, alergi, infeksi parasit, hingga paparan logam berat. |
Kenapa ikan sapu-sapu bisa berbahaya? | Karena ikan ini hidup di lingkungan kotor sehingga mudah menyerap limbah, bahan kimia, dan bakteri. |
Referensi
"5 Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu: Berpotensi Keracunan hingga Kontaminasi Logam Berat". RSUD Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Diakses April 2026.
"Marine Experts Warn Consumers Against Eating Suckermouth Catfish". The Straits Times. Diakses April 2026.
Awal, Md. Rabiul, Md. Moniruzzaman, Md. Nazmul Hossen, Al- Amin, Md. Abu Said, Md. Saiful Islam, and Md. Ashikur Rahman. “Nutrient profile and heavy metals content of an exotic fish Hypostomus plecostomus in Bangladesh: Health risk assessment.” Aquatic Invertebrates and Ecosystem Research 01, no. 01 (December 10, 2024): 14–20.