Handhini Dwi Putri et al., “KANDUNGAN NUTRISI ABON IKAN SAPU-SAPU (Pterygoplichthys Pardalis) ASAL SUNGAI CILIWUNG, INDONESIA,” Jurnal Pengolahan Pangan 7, no. 1 (June 29, 2022): 14–19, https://doi.org/10.31970/pangan.v7i1.62.
Dewi Elfidasari et al., “Variasi Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakter Morfologi Di Perairan Ciliwung,” JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI 3, no. 4 (December 28, 2017): 221, https://doi.org/10.36722/sst.v3i4.237.
Fatihah Dinul Qoyyimah, Dewi Elfidasari, and Melta Rini Fahmi. “Identifikasi Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakter Pola Abdomen di Perairan Ciliwung.” Jurnal Biologi Udayana 20, no. 1 (2016).
Wahyu Adila Pratama, Siti Sahara, and Arief Hardi Rahman, “Mengoptimalkan Formulasi Pakan Ikan: Meningkatkan Kandungan Protein Dengan Media Ikan ‘Sapu-Sapu’ Sebagai Bahan Baku Industri Perikanan,” JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION 5, no. 2 (June 27, 2024): 1545–54, https://doi.org/10.55681/jige.v5i2.2811.
Lusi Anggraini. "Kualitas Nutrisi Abon Ikan Sapu-Sapu Pterygoplichthys pardalis Hasil Pengawetan Iradiasi Sinar Gamma pada Dosis 15 kGy." Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021.
The Environmental Literacy Council. “Why Are Plecos Invasive?” Diakses April 2026.
Bisa Dikonsumsi, Apa Saja Manfaat Ikan Sapu-Sapu bagi Kesehatan?

- Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang merusak ekosistem sungai, namun ternyata bisa diolah menjadi berbagai produk pangan seperti abon, bakso, dan siomai.
- Dengan kandungan protein lebih dari 20 persen dan lemak rendah di bawah 5 persen, ikan ini berpotensi jadi sumber protein alternatif yang murah dan bergizi.
- Meski bernutrisi tinggi, konsumsi ikan sapu-sapu harus hati-hati karena risiko kontaminasi logam berat dari sungai tercemar; sebaiknya berasal dari budidaya atau perairan bersih.
Di Jakarta, ikan sapu-sapu sedang menjadi target pembasmian. Populasinya dianggap mengganggu karena spesies ini invasif, cepat berkembang biak, merusak tebing sungai dengan kebiasaan membuat lubang, dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Ikan ini juga terkenal “bandel” karena mampu bertahan hidup di air yang kualitasnya buruk.
Namun, di balik reputasinya sebagai hama sungai, ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Di Indonesia, ikan ini dapat diolah menjadi abon, bakso, siomai, hingga campuran olahan ikan murah.
Di beberapa wilayah Amerika Latin seperti Mexico, ikan pleco atau armored catfish—kerabat ikan sapu-sapu—juga dimanfaatkan sebagai pakan hewan dan makanan alternatif.
Ada pula yang mengolahnya dengan cara digoreng, diasap, atau dijadikan campuran pakan anjing karena kandungan proteinnya cukup tinggi.
Jadi, apakah ikan sapu-sapu benar-benar bisa dimakan dan punya manfaat kesehatan? Jawabannya bisa, tetapi ada syarat yang tidak boleh diabaikan.
Table of Content
Ikan sapu-sapu sudah lama dikonsumsi di berbagai daerah
Beberapa penelitian dari universitas di Indonesia menunjukkan daging ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi abon dengan kualitas protein yang cukup baik dan rasa yang masih dapat diterima konsumen. Bahkan, ada penelitian yang mencoba memperpanjang masa simpan abon ikan sapu-sapu dengan iradiasi gamma agar lebih awet.
Selain abon, ikan sapu-sapu juga dilaporkan digunakan sebagai bahan campuran siomai, bakso ikan, atau produk olahan murah lain karena dagingnya cukup padat. Di sejumlah daerah, ikan ini dipilih karena murah, mudah didapat, dan jumlahnya melimpah.
Di luar Indonesia, ikan pleco yang termasuk keluarga Loricariidae juga pernah dimanfaatkan di beberapa wilayah Amerika Latin dan Amerika Serikat bagian selatan. Ada yang mengolahnya dengan cara digoreng, dibuat seperti filet ikan lele, diasap, atau dijadikan pakan anjing dan hewan ternak karena kandungan proteinnya.
Apa saja kandungan gizi ikan sapu-sapu?

Secara nutrisi, ikan sapu-sapu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ikan air tawar lain.
Penelitian terhadap ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung menunjukkan bahwa ikan ini memiliki kandungan protein lebih dari 20 persen dan kandungan lemak yang rendah, kurang dari 5 persen. Kandungan ini membuat ikan sapu-sapu berpotensi menjadi sumber protein alternatif.
Protein sangat penting untuk membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung sistem imun. Bagi orang dewasa, asupan protein yang cukup membantu mempertahankan kekuatan otot dan mempercepat pemulihan setelah sakit atau aktivitas berat.
Selain protein, ikan sapu-sapu juga mengandung mineral seperti fosfor dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang.
Seperti ikan air tawar lain, ikan ini juga kemungkinan mengandung vitamin B yang berperan dalam metabolisme energi dan fungsi saraf.
Kandungan lemak yang relatif rendah bisa menjadi nilai tambah
Ternyata, ikan sapu-sapu unggul dalam hal kadar lemak yang relatif rendah. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi lemak total, terutama lemak jenuh.
Pola makan tinggi protein dan rendah lemak umumnya dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih lama, pemeliharaan massa otot, dan pengendalian berat badan. Karena itu, secara teori, ikan sapu-sapu bisa menjadi alternatif sumber protein yang murah dan cukup “lean”.
Namun, manfaat ini hanya berlaku jika ikan berasal dari lingkungan yang bersih dan aman. Masalah terbesar ikan sapu-sapu justru bukan pada kandungan gizinya, tetapi pada tempat hidupnya.
Risiko terbesar: kontaminasi dari sungai tercemar

Ikan sapu-sapu sering hidup di sungai, kali, atau waduk yang kualitas airnya buruk. Karena ikan ini memakan lumut, sisa organik, dan sedimen di dasar perairan, ada risiko tubuhnya juga mengandung logam berat atau zat pencemar lain dari lingkungan.
Jika ikan sapu-sapu ditangkap dari sungai tercemar seperti sungai perkotaan, ada kemungkinan ikan terpapar zat seperti merkuri, timbal, atau bahan kimia lain yang dapat menumpuk di tubuh. Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat merusak ginjal, hati, sistem saraf, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Karena itu, ikan sapu-sapu liar dari sungai tercemar tidak bisa langsung dianggap aman untuk dimakan. Jika ingin dimanfaatkan sebagai pangan, ikan sebaiknya berasal dari budidaya atau perairan yang kualitasnya terkontrol, serta melalui pemeriksaan keamanan pangan terlebih dahulu.
Ikan sapu-sapu punya potensi manfaat kesehatan karena kandungan proteinnya tinggi dan lemaknya rendah. Di berbagai daerah, ikan ini diolah menjadi abon, siomaiy, bakso, hingga pakan hewan. Namun, manfaat tersebut juga datang dengan risiko.
Ikan sapu-sapu yang berasal dari sungai tercemar berisiko membawa logam berat dan zat berbahaya lain. Jadi, meski secara nutrisi ikan ini bisa dimanfaatkan, tetapi sumber dan kualitas perairannya tetap menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Referensi


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Kamu Sudah Siap Lari 10K atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260404/upload_f8a7d95ca0e1f24e62d509a5a9b77266_7a19fbb3-29d8-4864-a113-1df8414d094f.jpg)










![[QUIZ] Pilih Mesin Gym Favorit, Kami Tebak Personality Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/mike-cox-9b2navtjz_8-unsplash_961526d5-fca4-4b81-8853-cb84e11a922d.jpg)



