ilustrasi kelebihan berat badan, obesitas (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
Indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar vitamin D yang lebih rendah dalam darah, menurut studi.
Ada beberapa teori tentang hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan obesitas. Beberapa mengklaim bahwa orang yang mengalami obesitas cenderung mengonsumsi lebih sedikit makanan yang tinggi akan vitamin D, sementara teori lainnya merujuk pada perbedaan perilaku, bahwa individu dengan obesitas cenderung kurang mengekspos kulit dan mungkin tidak menyerap banyak vitamin D dari sinar matahari.
Selain itu, enzim tertentu diperlukan untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, dan kadar enzim ini mungkin berbeda antara individu yang mengalami obesitas dan yang tidak mengalami obesitas. Namun, sebuah studi mencatat bahwa jika kadar vitamin D pada individu obesitas disesuaikan dengan ukuran tubuh, tidak ada perbedaan antara kadar pada individu obesitas dan individu tanpa obesitas.
Hal itu menunjukkan bahwa kebutuhan vitamin D bervariasi berdasarkan ukuran tubuh. Orang dengan obesitas membutuhkan lebih banyak vitamin D daripada orang yang berat badannya normal untuk mempertahankan kadar yang sama dalam darah. Ini dapat membantu menjelaskan mengapa orang yang mengalami obesitas lebih mungkin mengalami kekurangan vitamin D.
Menariknya, penurunan berat badan juga dapat memengaruhi kadar vitamin D. Secara teori, berkurangnya ukuran tubuh berarti kebutuhan vitamin D berkurang. Namun, karena jumlah vitamin D dalam tubuh tetap sama saat seseorang menurunkan berat badan, kadar vitamin D justru akan meningkat. Dan, tingkat penurunan berat badan dapat memengaruhi sejauh mana kadarnya meningkat.
Penurunan berat badan sedikit saja dapat menyebabkan peningkatan kadar vitamin D dalam darah, menurut studi.
Sebuah penelitian menemukan bahwa penurunan berat badan sedikit saja dapat menyebabkan peningkatan kadar vitamin D dalam darah.
Selain itu, peserta yang kehilangan setidaknya 15 persen berat badan mereka mengalami peningkatan yang hampir tiga kali lebih besar dibandingkan dengan peserta yang kehilangan 5–10 persen berat badan mereka.
Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa peningkatan vitamin D dalam darah dapat mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan penurunan berat badan.
Kesimpulannya, obesitas merupakan faktor risiko kekurangan vitamin D. Hal ini mungkin terjadi karena kebutuhan harian akan vitamin D bergantung pada ukuran tubuh.