ilustrasi microsleep (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)
Agar terhindar dari microsleep, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:
Tidur cukup 7–9 jam setiap malam.
Istirahat secara berkala saat bekerja atau berkendara.
Konsumsi kafein secukupnya saat mengantuk.
Hindari aktivitas monoton terlalu lama tanpa jeda.
Gunakan cahaya terang untuk membantu tetap terjaga.
Jika microsleep sering terjadi meskipun sudah cukup tidur, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bisa jadi ada gangguan tidur, seperti narkolepsi yang perlu ditangani lebih lanjut.
Microsleep memang hanya berlangsung dalam hitungan detik, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Dengan durasi rata-rata 1–15 detik, kondisi ini bisa terjadi kapan saja, terutama saat tubuh kurang istirahat. Memahami durasi microsleep dan apa saja pemicunya bisa membantu kamu lebih waspada.
Referensi
"Microsleep: A Short Sleep That Can Be Fatal." GWS Medika. Diakses pada Maret 2026.
"What is Microsleep?" Healthy Sleep. Diakses pada Maret 2026.
"Microsleep: What Is It, What Causes It, and Is It Safe?" Sleep Foundation. Diakses pada Maret 2026.
"What Are Microsleeps? The Scariest Side Effect of Sleep Loss." Ubie Health. Diakses pada Maret 2026.
"What to Know About Microsleep." WebMD. Diakses pada Maret 2026.