ilustrasi kehamilan (unsplach.com/Andrew Seaman)
Jantung memiliki empat ruang berongga, yang terbagi menjadi dua di sisi kiri dan dua di sisi kanan. Ruang di sisi kanan berfungsi memindahkan darah ke paru-paru melalui pembuluh darah yang disebut arteri pulmonalis, sedangkan ruang sisi kiri bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Dari jantung, darah masuk ke paru-paru untuk mengambil oksigen, kemudian kembali lagi ke sisi kiri jantung melalui pembuluh darah vena pulmonalis. Darah di sisi kiri jantung dipompa ke seluruh tubuh untuk memasok oksigen.
Darah keluar dari jantung dan masuk ke paru-paru melalui sebuah katup yang disebut katup paru atau katup pulmonal. Katup ini membuka dan menutup saat jantung berdetak dan memungkinkan darah mengalir dari jantung ke paru-paru.
Pada atresia paru, katup ini tidak berkembang, sehingga menghalangi darah mengalir dari jantung ke paru-paru. Tidak diketahui pasti apa penyebab katup pulmonal ini tidak berfungsi. Kondisi ini kemudian memaksa darah menemukan jalur lain untuk menuju paru-paru.
Pada beberapa kasus, darah mengalir melalui lubang yang terbentuk pada sekat atau septum yang memisahkan rongga kiri dan kanan jantung, ini disebut atresia paru dengan defek septum ventrikel (VSD).
Jika tidak ada VSD, ventrikel kanan menerima sedikit aliran darah dan sering kali tidak berkembang. Ini dapat menyebabkan masalah dalam memompa darah ke paru-paru dan tubuh. Kondisi ini disebut atresia paru dengan septum ventrikel utuh.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan kelainan jantung bawaan, seperti:
- Orang tua yang memiliki kelainan jantung bawaan
- Seorang ibu yang mengalami obesitas sebelum hamil
- Merokok sebelum atau selama kehamilan
- Seorang ibu yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol
- Penggunaan beberapa jenis obat selama kehamilan, seperti obat jerawat tertentu dan obat tekanan darah