Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami microsleep, di antaranya:
Pekerja shift malam.
Orang dengan insomnia kronis.
Penderita sleep apnea yang belum ditangani.
Pekerja dengan aktivitas repetitif (seperti operator mesin atau sopir jarak jauh).
Kesadaran terhadap risiko ini sangat penting agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal.
Microsleep memang bisa terjadi dengan mata terbuka, membuatnya sulit dikenali dan berpotensi berbahaya. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa berdampak besar, terutama dalam situasi yang membutuhkan fokus tinggi. Menjaga kualitas dan durasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah microsleep. Dengan pola hidup yang sehat dan kesadaran akan tanda-tandanya, risiko dari microsleep bisa diminimalkan.
Referensi
"Microsleep: A Short Sleep That Can Be Fatal." GWS Medika. Diakses pada Maret 2026.
"What is Microsleep?" National Sleep Foundation. Diakses pada Maret 2026.
"Microsleep: What Is It, What Causes It, and Is It Safe?" Sleep Foundation. Diakses pada Maret 2026.
"Microsleep Can Happen with Your Eyes Open—Here’s How to Spot It." Ubie Health. Diakses pada Maret 2026.