Media sosial telah dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mendapatkan berbagai informasi kesehatan, termasuk soal vaksin. Dalam arus informasi yang cepat, konten yang menarik sering dianggap paling efektif agar pesan sampai ke audiens. Namun, realitasnya tidak selalu seperti itu. Dalam konteks kesehatan, terutama vaksinasi, audiens tidak cuma mencari konten menarik, tetapi juga sesuatu yang bisa dipercaya.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open memberikan gambaran yang lebih jelas, bahwa kredibilitas dan kejelasan informasi justru lebih menentukan dibanding kreativitas semata.
Penelitian ini melibatkan 243 orang dewasa di California, Amerika Serikat, yang secara umum memiliki sikap positif terhadap vaksin. Sebagian besar responden juga merupakan pengguna aktif media sosial, dengan hampir 94 persen menggunakannya setiap hari.
