ilustrasi bangunan kotor yang sudah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat paparan hantavirus (pexels.com/Francesco Paggiaro)
Fokus pencegahan hantavirus adalah pengendalian hewan pengerat serta memahami cara membersihkan lingkungan dengan aman. Hindari menyapu kotoran hewan pengerat secara langsung, melainkan menyemprot area dengan disinfektan terlebih dahulu.
Menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan menjaga kebersihan lingkungan juga dapat mengurangi risiko infestasi. Pada area dengan kemungkinan kontaminasi tinggi, penggunaan masker dan sarung tangan sangat dianjurkan.
Selain itu, penting untuk mengenali gejala awal setelah paparan berisiko. Jika seseorang mengalami demam, nyeri otot, dan sesak napas setelah membersihkan area penuh rodent, lakukan evaluasi medis sesegera mungkin.
Hantavirus bukan virus yang menyebar semudah flu atau COVID-19. Risiko terbesar berasal dari lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat, terutama ruang tertutup yang lama tidak digunakan. Dalam banyak kasus, tindakan sederhana seperti membersihkan ruangan dengan benar dan mengendalikan populasi hewan pengerat sudah dapat menurunkan risiko secara signifikan.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. “Hantavirus.” Diakses Mei 2026.
Colleen B. Jonsson, Luiz Tadeu Moraes Figueiredo, and Olli Vapalahti, “A Global Perspective on Hantavirus Ecology, Epidemiology, and Disease,” Clinical Microbiology Reviews 23, no. 2 (April 1, 2010): 412–41, https://doi.org/10.1128/cmr.00062-09.
Valeria P. Martinez et al., “Person-to-Person Transmission of Andes Virus,” Emerging Infectious Diseases 11, no. 12 (December 1, 2005): 1848–53, https://doi.org/10.3201/eid1112.050501.
World Health Organization. “Hantavirus – Multi-country (MV Hondius), Disease Outbreak News.” Diakses Mei 2026.
Adam MacNeil, Thomas G. Ksiazek, and Pierre E. Rollin, “Hantavirus Pulmonary Syndrome, United States, 1993–2009,” Emerging Infectious Diseases 17, no. 7 (July 1, 2011): 1195–1201, https://doi.org/10.3201/eid1707.101306.