Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mencegah Hantavirus, Lindungi Diri dan Keluarga!
gambar perempuan menggunakan masker (unsplash.com/engin akyurt)
  • Hantavirus kembali jadi sorotan setelah menyebabkan tiga kematian di kapal pesiar MV Hondius dan kini dilaporkan telah masuk ke Singapura.
  • Virus ini berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui udara, kontak langsung dengan urin, feses, air liur, atau gigitan hewan terinfeksi.
  • Pencegahan utama meliputi menghindari kontak dengan hewan pengerat, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pengendalian hama di sekitar rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, dunia kembali dikejutkan dengan penyebaran hantavirus. Virus ini awalnya menyebar di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar menuju Kepulauan Canary di Spanyol, dan menyebabkan kematian tiga orang penumpangnya. Berita terbaru bahkan menyebutkan bahwa virus yang sama kini sudah masuk ke Singapura.

Hantavirus sendiri sebetulnya bukan virus baru. Dilansir UF News, virus ini pertama kali terdeteksi justru saat Perang Korea tahun 1950-an, tetapi wabah yang disebabkan oleh virus ini baru terjadi tahun 1993 di wilayah Four Corners, Amerika Serikat. Lantas sebenarnya, apa sih hantavirus ini dan bisakah kita mencegahnya? Berikut cara mencegah hantavirus yang wajib diketahui!

1. Hantavirus merupakan virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat

ilustrasi hantavirus yang sedang menyebar (unsplash.com/CDC)

Hantavirus sebetulnya bukanlah nama untuk virus tunggal, melainkan nama bagi sekelompok virus zoonosis yang termasuk dalam famili Hantaviridae, dalam ordo Bunyavirales. Hewan pengerat merupakan sasaran utama virus ini, tetapi beberapa jenis hantavirus diketahui juga dapat menyebar ke manusia. Dilansir World Health Organization (WHO), di Eropa dan Asia, salah satu jenis hantavirus seperti hantaan virus diketahui menyebabkan demam berdarah, dan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang mempengaruhi ginjal dan pembuluh darah.

Sedangkan di Benua Amerika, andes virus yang juga merupakan bagian dari kelompok hantavirus diketahui menyebabkan hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS). Suatu penyakit yang berkembang cepat dan menyebabkan sejumlah gejala seperti batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok yang bisa berakhir dengan kematian. Andes virus ini jugalah yang menyerang penumpang di kapal pesiar MV Hondius, dan menyebabkan 3 penumpang meninggal dunia, dan 148 penumpang lainnya mengalami isolasi.

2. Hantavirus dapat menyebar melalui berbagai cara

gambar seorang pria sedang bernapas (unsplash.com/Elijah Hiett)

Layaknya virus zoonosis lain, hantavirus dapat menyebar melalui berbagai cara. Biasanya infeksi virus terjadi di berbagai lokasi di mana manusia, dan hewan pengerat hidup dalam lingkungan yang sama seperti pedesaan atau lahan pertanian. Dilansir Mayo Clinic, penularan terhadap manusia terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang sudah terinfeksi. Meski begitu, penular yang paling sering terjadi justru melalui udara, ketika virus yang berasal dari kotoran hewan terbawa udara dan akhirnya terhirup oleh manusia.

Cara lainnya adalah melalui makanan yang sudah terkontaminasi air liur, urine, hingga kotoran tikus. Menyentuh benda-benda yang sudah terinfeksi, hingga digigit atau dicakar oleh hewan pengerat yang sudah terinfeksi hantavirus. Setelah memasuki tubuh manusia, virus akan melalui masa inkubasi selama 1 hingga 8 minggu sebelum akhirnya menyebabkan sejumlah gejala awal seperti nyeri otot parah, demam, sakit kepala, mual dan muntah, hingga kesulitan bernapas.

3. Cara mencegah hantavirus yang saat ini menyebar

gambar seorang tikus (unsplash.com/Amee Fairbank-Brown)

Penyebaran hantavirus gak semudah flu. Virus ini paling mudah menular pada orang-orang yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan pengerat seperti pembasmi hama atau mereka yang bekerja di klinik hewan. Dilansir CDC, satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan menghindari kontak dengan urin, kotoran, air liur, dan bahan sarang hewan pengerat.

Selain itu, pengendalian hama pengerat juga bisa menjadi strategi untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh hantavirus, terutama jika area sekitar rumah memang ditemukan banyak hewan pengerat seperti tikus dan curut. Pastikan kamu juga selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah serta diri sendiri, dan keluarga. Langkah ini bukan hanya ampuh untuk menjaga diri dari hantavirus, melainkan juga virus lainnya yang berpotensi menyebabkan penyakit berbahaya.

Hantavirus memang belum masuk ke Indonesia, tetapi waspada sejak sekarang adalah pilihan terbaik. Apalagi virus ini juga sudah memasuki Singapura yang merupakan salah satu negara tetangga Indonesia. Bagaimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Referensi

“What Is Hantavirus, How Is It Transmitted and What Are the Symptoms?” UK Health Security Agency Blog. Diakses Mei 2026.

“Hantavirus: What to Know About the Rare Rodent-Borne Disease.” University of Florida News. Diakses Mei 2026.

“Hantavirus.” World Health Organization (WHO). Diakses Mei 2026.

“Hantavirus Pulmonary Syndrome - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.

“Preventing Hantavirus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.

“How Much Do You Need to Worry About Hantavirus?” County News Center. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team