gambar seorang tikus (unsplash.com/Amee Fairbank-Brown)
Penyebaran hantavirus gak semudah flu. Virus ini paling mudah menular pada orang-orang yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan pengerat seperti pembasmi hama atau mereka yang bekerja di klinik hewan. Dilansir CDC, satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan menghindari kontak dengan urin, kotoran, air liur, dan bahan sarang hewan pengerat.
Selain itu, pengendalian hama pengerat juga bisa menjadi strategi untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh hantavirus, terutama jika area sekitar rumah memang ditemukan banyak hewan pengerat seperti tikus dan curut. Pastikan kamu juga selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah serta diri sendiri, dan keluarga. Langkah ini bukan hanya ampuh untuk menjaga diri dari hantavirus, melainkan juga virus lainnya yang berpotensi menyebabkan penyakit berbahaya.
Hantavirus memang belum masuk ke Indonesia, tetapi waspada sejak sekarang adalah pilihan terbaik. Apalagi virus ini juga sudah memasuki Singapura yang merupakan salah satu negara tetangga Indonesia. Bagaimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?
Referensi
“What Is Hantavirus, How Is It Transmitted and What Are the Symptoms?” UK Health Security Agency Blog. Diakses Mei 2026.
“Hantavirus: What to Know About the Rare Rodent-Borne Disease.” University of Florida News. Diakses Mei 2026.
“Hantavirus.” World Health Organization (WHO). Diakses Mei 2026.
“Hantavirus Pulmonary Syndrome - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.
“Preventing Hantavirus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.
“How Much Do You Need to Worry About Hantavirus?” County News Center. Diakses Mei 2026.