Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Mengurangi Paparan Blue Light pada Malam Hari
ilustrasi menggunakan gadget (pexels.com/Kampus Production)
  • Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu ritme sirkadian dan menurunkan produksi melatonin, sehingga kualitas tidur menjadi kurang optimal.
  • Mengatur kecerahan layar, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, serta memilih pencahayaan ruangan hangat membantu tubuh lebih rileks di malam hari.
  • Penggunaan kacamata filter blue light bisa menjadi perlindungan tambahan untuk mengurangi kelelahan mata dan menjaga pola tidur tetap seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Paparan blue light pada malam hari semakin sulit dihindari karena penggunaan perangkat digital yang terus meningkat. Cahaya ini berasal dari layar ponsel, komputer, hingga televisi yang sering digunakan menjelang waktu istirahat. Meski terlihat biasa, paparan berlebih dapat memengaruhi ritme alami tubuh dan membuat waktu tidur menjadi tidak optimal.

Tubuh manusia memiliki sistem biologis yang dikenal sebagai circadian rhythm, yaitu pengatur siklus tidur dan bangun. Cahaya biru dapat mengganggu proses ini karena menekan produksi hormon melatonin yang berperan dalam rasa kantuk. Oleh karena itu, mengetahui cara mengurangi paparan blue light pada malam hari menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas istirahat.

1. Atur kecerahan dan mode layar

ilustrasi menggunakan gadget (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Mengurangi intensitas cahaya dari layar merupakan langkah awal yang cukup efektif. Kecerahan layar yang terlalu tinggi membuat mata bekerja lebih keras, terutama dalam kondisi ruangan yang gelap. Mengaktifkan fitur seperti night mode atau blue light filter dapat membantu mengubah tampilan layar menjadi lebih hangat dan nyaman dipandang.

Penyesuaian ini membantu mengurangi paparan cahaya biru tanpa harus sepenuhnya menghentikan penggunaan gadget. Selain itu, layar dengan warna yang lebih hangat cenderung tidak terlalu mengganggu produksi melatonin. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak yang cukup signifikan jika dilakukan secara konsisten setiap malam.

2. Batasi penggunaan gadget sebelum tidur

ilustrasi bermain gadget (pexels.com/Ron Lach)

Mengurangi waktu penggunaan perangkat digital menjelang tidur menjadi langkah penting yang sering diabaikan. Aktivitas seperti menggulir media sosial atau menonton video dapat membuat otak tetap aktif sehingga sulit untuk beristirahat. Paparan cahaya biru dalam durasi panjang juga dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk merasa mengantuk.

Memberikan jeda sekitar satu jam sebelum tidur tanpa layar dapat membantu tubuh bersiap untuk beristirahat. Waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih tenang seperti membaca buku fisik atau mendengarkan musik ringan. Dengan cara ini, tubuh memiliki kesempatan untuk menyesuaikan ritme alami tanpa gangguan cahaya buatan.

3. Gunakan pencahayaan ruangan yang lebih hangat

ilustrasi anak yang sedang tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Selain perangkat digital, pencahayaan ruangan juga berperan dalam jumlah paparan blue light. Lampu dengan warna putih terang cenderung memiliki kandungan cahaya biru yang lebih tinggi. Mengganti dengan lampu berwarna kuning atau hangat dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mendukung proses relaksasi, terutama saat mendekati waktu tidur.

Lingkungan dengan pencahayaan yang lembut membantu tubuh mengenali waktu istirahat dengan lebih baik. Selain itu, suasana yang tenang juga dapat membantu mengurangi ketegangan setelah aktivitas sepanjang hari. Penyesuaian sederhana pada pencahayaan ruangan dapat memberikan efek yang cukup besar terhadap kualitas tidur serta membantu tubuh lebih cepat merasa rileks.

4. Gunakan kacamata filter cahaya biru

ilustrasi bermain gadget (pexels.com/Kampus Production)

Bagi yang masih harus menggunakan perangkat digital pada malam hari, kacamata dengan filter blue light dapat menjadi alternatif. Kacamata ini dirancang untuk mengurangi jumlah cahaya biru yang masuk ke mata. Dengan demikian, dampak terhadap ritme tidur dapat diminimalkan.

Penggunaan kacamata ini tidak sepenuhnya menggantikan kebiasaan sehat lainnya, tetapi dapat membantu sebagai perlindungan tambahan. Dalam jangka panjang, langkah ini juga dapat membantu mengurangi kelelahan mata akibat paparan layar. Kombinasi antara perlindungan visual dan pengaturan kebiasaan akan memberikan hasil yang lebih optimal.

Mengurangi paparan blue light di malam hari menjadi salah satu langkah penting yang bisa dilakukan secara bertahap. Cara mengurangi paparan blue light pada malam hari bisa diawali dengan mengatur layar, membatasi penggunaan gadget, dan memperhatikan pencahayaan yang dapat memberikan perubahan yang nyata. Dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan ini, kualitas tidur dapat meningkat dan tubuh terasa lebih segar saat menjalani aktivitas keesokan hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team