Sabu—istilah yang digunakan luas di Indonesia untuk methamfetamine atau crystal meth—adalah stimulan sintetis yang bekerja sangat kuat pada sistem saraf pusat. Zat ini meningkatkan kadar dopamin secara ekstrem, menciptakan rasa euforia, energi berlebih, dan kewaspadaan tinggi dalam waktu singkat. Namun, efek tersebut dibayar mahal oleh tubuh dan kesehatan fisik dan mental penggunanya.
Masalahnya, tanda-tanda penggunaan sabu tidak selalu langsung terlihat sebagai “penyalahgunaan narkoba”. Pada tahap awal, perubahan bisa tampak seperti kurang tidur, stres berat, atau perubahan gaya hidup. Inilah yang membuat sabu sering luput dikenali sampai dampaknya menjadi lebih serius.
Memahami ciri-ciri pemakai sabu bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk melindungi dan membantu, baik diri sendiri maupun orang terdekat. Deteksi dini dapat membuka jalan menuju pertolongan medis yang tepat, sebelum kerusakan meluas dan sulit dipulihkan.
