Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan ada 50.000 perempuan hamil di Gaza. Calon ibu yang mengandung anak-anak mereka pada saat relatif damai namun kini harus melahirkan di tengah kekacauan perang.
Mengutip dari International Planned Parenthood Federation (IPPF), diperkirakan 19.000 perempuan hamil merupakan bagian dari 1,1 juta penduduk yang terpaksa mengungsi dari Gaza utara karena perintah evakuasi Israel pada 13 Oktober, tanpa adanya tempat yang aman untuk melahirkan.
Banyak perempuan hamil mengalami keguguran karena stres dan syok, dan ketersediaan fasilitas medis untuk melahirkan dengan aman di sistem layanan kesehatan Gaza yang sudah kewalahan makin berkurang dengan cepat,
Perang, selain menghilangkan kedamaian dalam kehidupan masyarakat, juga mempunyai banyak dampak jangka panjang. Dari dampak kesehatan hingga terhadap kesehatan mental, perang hanya membawa kesengsaraan. Perempuan dan anak-anak sering kali menjadi korban terbesar di negara-negara yang dilanda perang.
Mulai dari trauma mental ekstrem hingga kekerasan dan risiko infeksi, berikut adalah beberapa dampak yang bisa dialami oleh perempuan hamil dan bayi di negara-negara yang dilanda perang, yang bisa menyebabkan konsekuensi seumur hidup, dan sering kali kematian.
