Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Depresi di Indonesia: 9 dari 10 Orang Belum Mendapat Pengobatan
ilustrasi memberikan dukungan kepada orang yang mengalami depresi (IDN Times/NRF)
  • SKI 2023 mencatat sekitar 2,5–3 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Menurut Kemenkes, 12,7 persen di antaranya mendapat pengobatan.

  • Kesenjangan layanan dapat dipengaruhi stigma, dukungan keluarga, pengalaman pengobatan, dan hambatan dalam sistem kesehatan.

  • Kemenkes menyatakan 6.549 puskesmas atau 64 persen dari seluruh puskesmas telah memberikan layanan kesehatan jiwa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyoroti akses pengobatan depresi di Indonesia. Isu ini dibahas dalam Temu Media bertema “Sehat Jiwaku, Unik Caraku: Keluarga Merangkul, Kesehatan Jiwa Terjaga, Neurodivergent Berdaya” di Gedung Adhyatma, Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (9/10). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, Bulan Peduli Disleksia, dan Bulan Kesadaran ADHD.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa baru 12,7 persen dari sekitar 3 juta orang dengan depresi yang mendapatkan pengobatan. “Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. Beban tertinggi justru berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun,” ujar Endang, mengutip rilis.

Depresi bukan cuma perubahan suasana hati

Sesekali merasa sedih atau hilang semangat tidak dengan sendirinya berarti kamu mengalami depresi. Depresi melibatkan suasana hati murung atau hilangnya minat dan rasa senang yang berlangsung hampir sepanjang hari, nyaris setiap hari, setidaknya selama dua minggu. Gejala lain dapat mencakup gangguan tidur, energi yang sangat rendah, sulit berkonsentrasi, rasa bersalah berlebihan, atau pikiran tentang kematian.

Depresi dapat mengganggu kehidupan di rumah, sekolah, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain. Pengobatan yang efektif tersedia, termasuk terapi psikologis. Obat dapat dipertimbangkan sesuai tingkat keparahan dan kebutuhan pasien. Mencari bantuan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah untuk menilai gejala dan pilihan perawatan yang sesuai.

Hambatan bisa muncul di banyak tahap

ilustrasi konsultasi dengan psikiater (pexels.com/Vitaly Gariev)

Tidak semua orang yang membutuhkan layanan mudah menjangkaunya.

Sebuah studi kualitatif yang terbit pada 2026 mewawancarai 21 orang dengan diagnosis depresi yang sedang menjalani rawat jalan di rumah sakit pemerintah maupun swasta di Indonesia. Para peneliti menemukan bahwa akses dan keberlanjutan perawatan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal:

  • Sulit menerima diagnosis.

  • Lelah menjalani pengobatan.

  • Efek samping obat.

  • Respons terapi yang dirasa lambat.

  • Stigma.

  • Rujukan yang rumit.

Keluarga dapat membantu seseorang tetap menjalani perawatan, tetapi dinamika keluarga juga bisa menjadi penghambat.

Temuan di atas menunjukkan seberapa sering setiap hambatan dialami masyarakat. Ada pula peran lain yang sama pentingnya, seperti komunikasi dengan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, dukungan keluarga, dan keberlanjutan perawatan.

Stigma dapat menambah beban tersebut. Kekhawatiran dianggap lemah atau takut dihakimi orang lain bisa membuat seseorang menunda bercerita dan mencari bantuan. Karena itu, Kemenkes menekankan dukungan keluarga dan lingkungan yang aman. Keluarga dapat mendengarkan tanpa menghakimi dan membantu orang yang membutuhkan menghubungi tenaga kesehatan.

Layanan primer diperluas

Kemenkes menyebut 6.549 puskesmas, sekitar 64 persen dari seluruh puskesmas di Indonesia, sudah mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Pemerintah menargetkan seluruh puskesmas dapat memberikan layanan tersebut dalam dua tahun ke depan.

Kemenkes juga telah melakukan skrining kesehatan terhadap 71,86 juta penduduk berusia di atas 7 tahun melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan rutin bagi ibu hamil serta ibu nifas. Hasil skrining menunjukkan indikasi gejala depresi pada 7,1 persen kelompok ibu hamil dan ibu nifas, serta 2,3 persen kelompok usia sekolah dan remaja.

Perlu dicatat bahwa skrining menunjukkan adanya indikasi gejala, bukan didiagnosis depresi. Penilaian dan diagnosis memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa banyak orang dengan depresi masih belum mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Karena itu, selain memahami berapa banyak orang yang terdampak, penting juga memastikan layanan kesehatan mudah dijangkau, memberikan dukungan tanpa stigma, dan dapat diakses secara berkelanjutan.

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan,” diakses 10 Oktober 2026.

World Health Organization, “Depressive Disorder (Depression),” diakses 10 Oktober 2026.

Yosi Febrianti, Ika Puspitasari, Anna Wahyuni Widayanti, et al., “Barriers to Mental Health Service Utilization among People Living with Depression in Indonesia: A Qualitative Study,” BMC Health Services Research (2026), https://doi.org/10.1186/s12913-026-15164-z.

Curated For You

Editorial Team

Related Article