Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyoroti akses pengobatan depresi di Indonesia. Isu ini dibahas dalam Temu Media bertema “Sehat Jiwaku, Unik Caraku: Keluarga Merangkul, Kesehatan Jiwa Terjaga, Neurodivergent Berdaya” di Gedung Adhyatma, Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (9/10). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, Bulan Peduli Disleksia, dan Bulan Kesadaran ADHD.
Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa baru 12,7 persen dari sekitar 3 juta orang dengan depresi yang mendapatkan pengobatan. “Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. Beban tertinggi justru berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun,” ujar Endang, mengutip rilis.
