Comscore Tracker

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?

Pembentukan tulang baru tidak secepat tulang yang hilang

Tulang memiliki beragam fungsi, seperti menopang tubuh dan membantu menggerakkan tubuh. Dengan menjaga kesehatan tulang sejak dini, ini akan membuat tulang tetap kuat hingga usia tua. 

Osteoporosis juga kerap disebut dengan pengeroposan tulang. Tulang yang keropos lebih rentan terhadap cedera, seperti patah tulang. Lantas, mengapa seseorang bisa mengalami osteoporosis? Berikut penjelasannya!

1. Mengenal osteoporosis

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?ilustrasi osteoporosis (freepik.com/jcomp)

Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Disease, osteoporosis adalah penyakit pada tulang yang terjadi ketika kepadatan mineral tulang dan massa tulang berkurang atau ketika struktur tulang berubah. Akibatnya, kekuatan tulang menurun sehingga meningkatkan risiko patah tulang.

Osteoporosis menjadi penyebab utama patah tulang pada perempuan setelah menopause dan pria lanjut usia. Patah tulang dapat terjadi pada tulang mana pun, tetapi paling sering terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

2. Gejala osteoporosis

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?ilustrasi tulang (freepik.com/DCStudio)

Dilansir NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases, osteoporosis juga mendapat julukan "silent disease" karena tidak adanya gejala yang dirasakan. Seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami osteoporosis sampai terjadi patah tulang.

Hal yang dirasakan ketika mengalami patah tulang belakang termasuk nyeri punggung yang hebat, kehilangan tinggi badan, atau perubahan bentuk tulang belakang.

Tulang yang mengalami osteoporosis menjadi sangat rapuh sehingga patah tulang bisa terjadi secara tiba-tiba akibat jatuh atau benturan ringan, yang mana pada tulang yang sehat tidak menimbulkan cedera.

Patah tulang terkait osteoporosis juga dapat terjadi akibat tekanan normal, misalnya setelah membungkuk, mengangkat, atau bahkan karena batuk.

Baca Juga: Osteoporosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

3. Faktor risiko osteoporosis

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?ilustrasi lansia (freepik.com/stefamerpik)

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis yaitu:

  • Jenis kelamin: Perempuan lebih berisiko mengalami osteoporosis daripada laki-laki.
  • Usia: Osteoporosis bisa dialami pada usia berapa pun, tetapi risikonya kian meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Berat badan: Memiliki berat badan yang kurus lebih berisiko mengalami osteoporosis.
  • Ras: Perempuan kulit putih dan perempuan Asia lebih berisiko mengalami osteoporosis. Sementara itu, perempuan Afrika-Amerika dan Meksiko-Amerika memiliki risiko yang lebih rendah.
  • Riwayat keluarga: Risiko osteoporosis dan patah tulang lebih tinggi jika memiliki salah satu orang tua dengan riwayat osteoporosis atau patah tulang pinggul.
  • Nutrisi: Asupan nutrisi yang kurang kalsium dan vitamin D meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. 
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko osteoporosis, misalnya penyakit gastrointestinal, penyakit endokrin, penyakit terkait hormon, anoreksia nervosa, dan lainnya.
  • Obat-obatan: Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang meningkatkan risiko pengeroposan tulang dan osteoporosis jika digunakan dalam jangka panjang.
  • Gaya hidup: Kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan kebiasaan minum minuman beralkohol meningkatkan risiko osteoporosis.

4. Mengapa bisa terjadi osteoporosis?

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?ilustrasi tulang (unsplash.com/CHUTTERSNAP)

NIH News in Health menerangkan, meskipun tulang tampak padat, tetapi tulang dipenuhi lubang berongga. Jaringan tulang tersebut akan dihancurkan dan dibangun kembali secara terus-menerus. Sebagian sel tulang membangun jaringan tulang yang baru, sementara sebagian lainnya melepaskan mineral pada tulang.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa saat berusia muda, tubuh mampu membuat tulang baru lebih cepat daripada pemecahan tulang yang lama sehingga massa tulang meningkat. Setelah awal usia 20-an, proses pembentukan tulang baru mulai melambat. Pada kebanyakan orang, puncak pembentukan massa tulang terjadi saat usia 30 tahun.

Seiring bertambahnya usia, jumlah tulang yang hilang menjadi lebih cepat daripada jumlah tulang yang dibentuk sehingga tulang menjadi kurang padat. Jika kepadatan tulang terus menurun, maka dapat menyebabkan osteoporosis.

5. Cara mencegah osteoporosis

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis?ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Osteoporosis dapat menyebabkan komplikasi yang serius, yaitu patah tulang. Maka dari itu, penting untuk mencegah osteoporosis sedini mungkin.

Beberapa langkah untuk membantu memperkuat dan menjaga kesehatan tulang antara lain:

  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi kalsium dan vitamin D.
  • Berhenti merokok.

Saat berusia muda, pembentukan tulang baru lebih cepat daripada pemecahan tulang yang lama. Seiring bertambahnya usia, pembentukan tulang baru melambat. Osteoporosis dapat terjadi karena pembentukan tulang baru tidak secepat tulang yang hilang, sehingga makin lama tulang menjadi keropos.

Baca Juga: Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya