Anak-anak tidak pernah benar-benar memilih apa yang mereka makan. Pilihan itu hampir selalu berada di tangan orang tua, pengasuh, atau lingkungan terdekatnya. Namun, di tengah gempuran iklan makanan anak yang tampak sehat, bergizi, dan ramah untuk tumbuh kembang, keputusan tersebut kerap dibuat berdasarkan klaim di kemasan, bukan isi sebenarnya.
Padahal, seperti disampaikan oleh Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), label pangan sejatinya adalah alat perlindungan bagi anak. Di sanalah hadir informasi penting tentang kandungan gula yang kerap disamarkan dengan berbagai nama, lemak jenuh, hingga garam berlebih, yang jika luput dicermati dapat perlahan mendorong anak pada risiko obesitas dan penyakit tidak menular sejak usia dini.
