Kekhawatiran tentang aluminium dalam vaksin sudah ada selama puluhan tahun. Padahal, aluminium digunakan sebagai ajuvan—zat yang membantu memperkuat respons imun—sejak 1920-an. Dalam tinjauan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA, para peneliti dari Vaccine Education Center, Children’s Hospital of Philadelphia, Amerika Serikat (AS), menghitung secara rinci paparan aluminium dari vaksin dan membandingkannya dengan paparan dari makanan sehari-hari.
Jika seseorang menerima seluruh vaksin yang mengandung aluminium sesuai jadwal imunisasi Amerika Serikat per Januari 2025, total paparan aluminium seumur hidupnya diperkirakan sekitar 12 miligram (mg). Sebagai perbandingan, aluminium yang diserap dari makanan selama 100 tahun diperkirakan berkisar antara 468 hingga 2.785 mg. Bahkan, angka terendahnya pun berkali-kali lipat lebih besar dibanding paparan dari vaksin.
Perbedaan ini sudah terlihat sejak dini. Dalam dua tahun pertama kehidupan, paparan maksimum aluminium dari vaksin sekitar 4,4 mg. Pada periode yang sama, paparan dari makanan berkisar 3–18 mg. Hingga usia 18 tahun, total paparan dari pola makan diperkirakan 73–438 mg, sementara dari vaksin kurang dari 8 mg.
