Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vaksin Flu Dikaitkan dengan Risiko Serangan Jantung yang Lebih Rendah

Vaksinasi flu.
ilustrasi vaksinasi flu (pexels.com/FRANK MERIÑO)
Intinya sih...
  • Metaanalisis besar menemukan vaksin influenza dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung hingga 18 persen.
  • Efek protektif terlihat konsisten di berbagai kelompok usia, termasuk lansia dan individu dengan riwayat serangan jantung.
  • Mekanismenya diduga terkait penurunan peradangan sistemik akibat infeksi influenza, yang selama ini dikenal sebagai pemicu kejadian kardiovaskular.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Vaksin influenza selama ini dikenal sebagai perlindungan terhadap infeksi virus flu musiman. Namun, temuan terbaru menunjukkan manfaatnya mungkin jauh melampaui pencegahan flu.

Sebuah metaanalisis besar yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health menemukan bahwa vaksin influenza dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung (infark miokard) sebesar 18 persen dibanding mereka yang tidak divaksinasi.

Analisis ini dipimpin oleh peneliti dari Zhejiang Chinese Medical University, Hangzhou, China, dan menggabungkan data dari 15 studi observasional—terdiri dari studi kohort, kasus-kontrol, serta self-controlled case series. Total partisipannya mencapai 23,5 juta orang, dengan mayoritas berusia antara 57 hingga 77 tahun. Skala ini menjadikannya salah satu analisis paling komprehensif tentang hubungan vaksin influenza dan kesehatan jantung hingga saat ini.

Ketika seluruh data digabungkan, para peneliti menemukan bahwa individu yang menerima vaksin influenza memiliki peluang lebih rendah mengalami serangan jantung, dengan penurunan risiko berada dalam rentang 14–22 persen (95 persen CI). Hubungan ini tidak berdiri pada satu jenis desain penelitian saja, melainkan muncul konsisten di berbagai metode analisis, memperkuat keandalan temuan.

Menariknya, hasil ini sejalan dengan pola epidemiologis yang telah lama diamati, bahwa angka serangan jantung cenderung meningkat selama musim flu. Infeksi influenza diketahui dapat memicu peradangan sistemik, meningkatkan stres pada pembuluh darah, dan memperburuk kondisi kardiovaskular yang sudah ada. Dalam konteks ini, vaksin influenza tidak lagi sekadar intervensi infeksi, melainkan bagian dari upaya pencegahan penyakit jantung.

Siapa yang mendapat manfaat dan kenapa temuan ini penting

Vaksinasi pada lansia.
ilustrasi vaksinasi pada lansia (freepik.com/Lifestylememory)

Analisis subkelompok dalam studi tersebut menunjukkan temuan yang konsisten di berbagai populasi. Baik kelompok usia di bawah 70 tahun maupun di atas 70 tahun sama-sama menunjukkan penurunan risiko serangan jantung setelah menerima vaksin influenza. Efek serupa juga terlihat pada individu dengan maupun tanpa riwayat serangan jantung sebelumnya.

Hal ini penting karena kelompok lansia dan pasien dengan penyakit jantung merupakan populasi yang paling rentan terhadap komplikasi influenza. Temuan ini memperkuat argumen bahwa vaksin influenza dapat berperan sebagai perlindungan ganda, yaitu melindungi dari infeksi sekaligus menurunkan risiko kejadian kardiovaskular akut.

Para penulis studi menjelaskan bahwa mekanisme yang mungkin mendasari hubungan ini adalah penurunan peradangan sistemik dan perbaikan fungsi endotel pembuluh darah. Influenza dapat memicu lonjakan respons imun dan inflamasi yang berlebihan, yang pada gilirannya dapat mempercepat pembentukan plak atau memicu ruptur plak di pembuluh darah koroner. Dengan mencegah infeksi, vaksin influenza diduga membantu menjaga stabilitas sistem kardiovaskular.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa semua studi yang dianalisis bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Informasi terkait frekuensi, jenis, dan waktu vaksinasi juga masih terbatas. Karena itu, mereka mendorong penelitian lanjutan untuk menggali mekanisme biologis yang lebih spesifik serta relevansinya pada populasi modern.

Namun, dalam konteks kesehatan masyarakat, temuan ini memberi secercah harapan bahwa vaksin influenza berpotensi menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit jantung, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Referensi

Zhang et al. “Influenza vaccination and risk of myocardial infarction: a meta-analysis.” BMC Public Health (2026).
https://link.springer.com/article/10.1186/s12889-026-26541-y.

"Flu and People with Heart Disease." Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Vaksin Flu Dikaitkan dengan Risiko Serangan Jantung yang Lebih Rendah

11 Feb 2026, 16:17 WIBHealth