Pada usia 24 tahun, sebagian besar orang masih sibuk membangun hidup: karier, relasi, dan mimpi. Namun bagi Andre Yarham, pemuda asal Norfolk, Inggris, usia tersebut menjadi akhir dari perjalanan hidupnya. Andre meninggal dunia akibat demensia, penyakit yang selama ini lekat dengan usia lanjut. Ia didiagnosis saat berusia 22 tahun, dan hanya dua tahun kemudian, penyakit itu mengambil segalanya.
Hasil pemindaian MRI menunjukkan sesuatu yang sulit diterima, bahwa otak Andre tampak seperti otak seseorang berusia 70-an. Bukan karena ia menua lebih cepat, melainkan karena begitu banyak sel otak yang rusak dan mati dalam waktu singkat. Pada tahun 2022, keluarganya mulai menyadari ada yang berubah. Andre menjadi mudah lupa, sering menatap kosong, seolah kehilangan koneksi dengan dunia di sekitarnya.
Seiring waktu, kondisinya memburuk dengan cepat. Ia kehilangan kemampuan bicara, tak lagi bisa merawat dirinya sendiri, menunjukkan perilaku yang dianggap tidak seharusnya, dan akhirnya harus menggunakan kursi roda.
