Duduk rasanya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dari bekerja, bepergian, hingga bersantai di rumah, sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi ini. Selama ini, banyak ahli dan penelitian mengingatkan untuk mengurangi waktu duduk karena terbukti bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa mekanismenya tidak sesederhana itu.
Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari satu juta orang dewasa paruh baya dan lanjut usia dari 30 negara menemukan bahwa dampak duduk terhadap kesehatan otak sangat bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan saat duduk. Artinya, duduk bukan satu kebiasaan tunggal.
Para peneliti menemukan perbedaan jelas antara duduk pasif, seperti menonton televisi, dan duduk aktif secara mental, seperti membaca buku, bermain kartu, atau mengerjakan teka-teki. Perbedaan kecil dalam aktivitas ini ternyata bisa membawa dampak besar bagi fungsi kognitif.
