ilustrasi paru-paru (IDN Times/NRF)
Jika mengalami gejala yang mengarah pada DVT saat atau setelah mudik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Salah satu komplikasi berbahaya dari DVT adalah emboli paru, yaitu ketika gumpalan darah terlepas dari pembuluh darah di kaki dan berpindah ke paru-paru. Kondisi ini tergolong darurat medis karena dapat mengganggu aliran darah ke paru-paru.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas yang muncul secara tiba-tiba, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang makin terasa saat menarik napas dalam atau batuk, serta rasa pusing atau hampir pingsan.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami detak jantung yang cepat, napas yang lebih cepat dari biasanya, hingga batuk disertai darah. Jika gejala-gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis darurat.
Karena ada risiko DVT dan komplikasinya, pemudik disarankan untuk tetap aktif bergerak selama perjalanan jauh, misalnya dengan meregangkan kaki atau berjalan sejenak saat beristirahat. Langkah sederhana ini bisa membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar dan menurunkan risiko terjadinya DVT saat atau selama mudik.
Referensi
"Deep vein thrombosis (DVT)". Mayo Clinic. Diakses pada Maret 2026.
Bridget Healy et al., “Prolonged Work- and Computer-related Seated Immobility and Risk of Venous Thromboembolism,” Journal of the Royal Society of Medicine 103, no. 11 (October 31, 2010): 447–54, https://doi.org/10.1258/jrsm.2010.100155.
"Deep Vein Thrombosis: Deadly Risks Of Sitting". Liv Hospital. Diakses pada Maret 2026.
"Understanding Your Risk for Blood Clots with Travel." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Maret.
Daniele Pastori et al., “A Comprehensive Review of Risk Factors for Venous Thromboembolism: From Epidemiology to Pathophysiology,” International Journal of Molecular Sciences 24, no. 4 (February 5, 2023): 3169, https://doi.org/10.3390/ijms24043169.