Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seperti Apa Serangan Jantung Ringan?

Seperti Apa Serangan Jantung Ringan?
ilustrasi sensasi seperti dada ditekan pada serangan jantung ringan (vecteezy.com/armmypicca)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Serangan jantung ringan sering merujuk pada NSTEMI, yaitu serangan jantung akibat penyumbatan parsial pada arteri koroner.

  • Gejalanya bisa lebih samar, seperti tekanan di dada, kelelahan ekstrem, mual, atau sesak napas ringan.

  • Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi dan perlu segera mencari bantuan medis jika muncul gejala mencurigakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serangan jantung kerap digambarkan secara dramatis, seperti seseorang tiba-tiba memegang dada, jatuh, dan butuh bantuan darurat. Namun kenyataannya, tidak semua serangan jantung seperti itu.

Sebagian orang mengalami apa yang disebut sebagai serangan jantung ringan. Gejalanya bisa lebih samar, muncul perlahan, atau bahkan terasa seperti gangguan pencernaan biasa. Karena tanda-tandanya tidak selalu jelas, banyak orang tidak menyadari jantung mereka sedang mengalami masalah serius.

Dalam dunia medis, istilah serangan jantung ringan biasanya mengacu pada jenis serangan jantung yang disebut NSTEMI (non–ST elevation myocardial infarction), yaitu kondisi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang akibat penyumbatan parsial pada arteri koroner. Meski tidak selalu menyebabkan kerusakan jantung sebesar jenis serangan jantung lainnya, tetapi kondisi ini tetap butuh penanganan medis segera.

Table of Content

1. Apa yang terjadi pada jantung saat mengalami serangan jantung ringan?

1. Apa yang terjadi pada jantung saat mengalami serangan jantung ringan?

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya akibat plak kolesterol yang pecah dan membentuk bekuan darah di arteri koroner.

Pada NSTEMI, penyumbatan tidak sepenuhnya menutup aliran darah, tetapi cukup untuk menyebabkan kerusakan sebagian pada jaringan otot jantung. Kondisi ini berbeda dengan STEMI (ST-elevation myocardial infarction), kondisi ketika arteri biasanya tersumbat total.

NSTEMI tetap merupakan bentuk serangan jantung yang serius karena dapat berkembang menjadi penyumbatan total jika tidak segera ditangani.

Penelitian menunjukkan bahwa pasien NSTEMI memiliki risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

2. Gejala serangan jantung ringan

Seorang laki-laki mengalami sensasi seperti dada ditekan pada serangan jantung ringan.
ilustrasi pasien mengalami sensasi seperti dada ditekan pada serangan jantung ringan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Gejala serangan jantung ringan sering kali tidak seintens yang umum digambarkan. Namun, tubuh biasanya tetap memberikan beberapa sinyal.

Beberapa gejala yang paling sering dilaporkan antara lain:

1. Tekanan atau rasa tidak nyaman di dada

Sensasinya bisa berupa:

  • Tekanan.
  • Rasa penuh.
  • Nyeri ringan.
  • Sensasi seperti dada ditekan.

Rasa ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit atau muncul hilang timbul.

2. Nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain

Ketidaknyamanan dapat menyebar ke:

  • Bahu.
  • Lengan (sering lengan kiri).
  • Punggung.
  • Rahang.
  • Leher.

3. Sesak napas

Kesulitan bernapas dapat muncul bersama nyeri dada atau bahkan tanpa nyeri dada.

4. Gejala lain yang sering diabaikan

Beberapa orang mengalami gejala yang lebih samar seperti:

  • Mual atau muntah.
  • Keringat dingin.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Pusing.

Perempuan lebih sering mengalami gejala yang tidak khas dibanding laki-laki, seperti mual, kelelahan, atau nyeri punggung.

3. Kenapa serangan jantung ringan sering tidak disadari?

Ada beberapa alasan mengapa kondisi ini kerap terlewat.

Pertama, gejalanya bisa menyerupai masalah kesehatan lain seperti gangguan pencernaan, kelelahan, atau nyeri otot. Banyak orang menunda pemeriksaan karena mengira gejalanya tidak serius.

Kedua, beberapa serangan jantung memang dapat terjadi dengan gejala minimal. Penelitian menunjukkan sebagian kasus serangan jantung bahkan bisa terjadi tanpa gejala khas, fenomena yang dikenal sebagai silent myocardial infarction.

Ketiga, sebagian orang terbiasa menahan rasa tidak nyaman dan menunggu gejala hilang sendiri. Padahal dalam kondisi serangan jantung, setiap menit sangat berharga karena jaringan jantung dapat mengalami kerusakan permanen jika aliran darah tidak segera dipulihkan.

4. Siapa yang perlu waspada dengan serangan jantung ringan?

Ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi.
ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi (pexels.com/Marta Branco)

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung, termasuk yang gejalanya ringan atau tidak khas. Faktor risiko utamanya meliputi:

  • Orang dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Orang dengan kolesterol tinggi. Penumpukan kolesterol dapat membentuk plak pada arteri koroner.
  • Orang dengan diabetes. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf jantung.
  • Perokok. Merokok dapat mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.
  • Orang dengan obesitas atau minim aktivitas fisik.
  • Orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung.
  • Usia yang lebih tua. Risiko meningkat pada laki-laki di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun.

Selain itu, kombinasi beberapa faktor risiko ini dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner.

5. Kapan harus segera menemui dokter?

Karena gejalanya bisa samar, sebaiknya tidak menunggu terlalu lama jika muncul tanda yang mencurigakan.

Segera cari bantuan medis jika mengalami:

  • Nyeri atau tekanan di dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit.
  • Nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.
  • Sesak napas mendadak.
  • Keringat dingin atau mual disertai nyeri dada.

Mendapatkan penanganan medis dalam waktu cepat sangat penting karena makin cepat aliran darah ke jantung dipulihkan, makin kecil kerusakan jaringan jantung yang terjadi.

Jika kamu memiliki faktor risiko tinggi dan mengalami gejala-gejala tersebut, pemeriksaan seperti EKG, tes darah troponin, atau evaluasi jantung mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Serangan jantung ringan tidak selalu menimbulkan nyeri dada hebat atau gejala dramatis. Dalam banyak kasus, tanda-tandanya lebih halus dan mudah disalahartikan sebagai gangguan kesehatan biasa.

Karena itu, mengenali gejala dan memahami faktor risiko menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika muncul gejala mencurigakan, terutama pada orang dengan faktor risiko penyakit jantung, segera mencari bantuan medis dapat membantu menyelamatkan jaringan jantung dan meningkatkan peluang pemulihan.

Referensi

American Heart Association. “Heart Attack.” Diakses Maret 2026.

American Heart Association. “Types of Heart Attacks.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Heart Attack Symptoms.” Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic. “Heart Attack.” Diakses Maret 2026.

Ezra A. Amsterdam et al., “2014 AHA/ACC Guideline for the Management of Patients With Non–ST-Elevation Acute Coronary Syndromes,” Journal of the American College of Cardiology 64, no. 24 (September 23, 2014): e139–228, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2014.09.017.

Emelia J. Benjamin et al., “Heart Disease and Stroke Statistics—2018 Update: A Report From the American Heart Association,” Circulation 137, no. 12 (January 31, 2018): e67–492, https://doi.org/10.1161/cir.0000000000000558.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More