Comscore Tracker

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadari

Pakai pelindung telinga saat melakukannya #IDNTimesHealth   

Gangguan pendengaran bukan sekadar masalah pada telinga. Hal ini juga menghambat interaksi dengan orang lain. Saat masalah pendengaran ini membuat komunikasi kita dengan orang lain terputus, kita tentu merasa cemas di tengah interaksi sosial, depresi, kesulitan tidur, hingga bahkan mengasingkan diri.

Untungnya, gangguan pendengaran sering kali dapat dihindari. Ketika mengetahui apa saja kegiatan yang dapat membahayakan pendengaran, kita dapat mengambil tindakan pencegahan guna menghindarinya.

Di bawah ini beberapa aktivitas yang bisa memicu masalah pendengaran yang dikutip dari laman American Association of Retired Persons dan Keck Medicine of USC. Ketahui agar kamu terhindari dari masalah ini. 

1. Latihan menembak

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadariilustrasi latihan menembak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Suara tembakan bisa sangat keras sehingga dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tinitus. Namun, penelitian tahun 2017 yang dilaporkan dalam jurnal The Laryngoscope menemukan bahwa hanya 58,5 persen orang menggunakan pelindung telinga saat sedang menggunakan senjata api, sedangkan 21,4 persen lainnya tidak.

Padahal, untuk melindungi pendengaran saat latihan menembak, para ahli merekomendasikan untuk memakai penutup telinga. Sebab, suara lontaran peluru bisa dipastikan sangat keras. Pastikan kamu sudah mengenakannya bahkan sebelum memasuki tempat latihan.

2. Mendengarkan audio melalui earphone dengan volume maksimal

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadariilustrasi mendengarkan musik melalui earphone (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa 50 persen orang antara usia 12 hingga 35 tahun mendengarkan suara dari headphone pada volume yang tidak aman. Sebagai informasi, pada volume penuh, mendengarkan audio dengan headphone atau earphone dapat memberikan suara pada tingkat 94 hingga 110 desibel.

Kebiasaan memakai earphone, apalagi yang pas di telinga sangat berbahaya karena suara langsung masuk ke dalam saluran indra pendengar. Jika volume sampai bocor hingga orang di sebelahmu mendengarnya, artinya suara itu cukup keras untuk merusak pendengaranmu.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengobati Infeksi Telinga, Patut Dicoba!

3. Menghadiri konser musik 

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadariilustrasi konser musik (pexels.com/picjumbo.com)

Tingkat suara pada konser musik rata-rata berada di sekitar 112 hingga 127 desibel. Karena alasan ini pula banyak musisi profesional, seperti Pete Townshend, Eric Clapton, dan Neil Young mengalami gangguan pendengaran.

Untuk mencegah gangguan pendengaran, kamu wajib mengenakan pelindung telinga saat mendatangi konser musik. Ini bukan hanya berlaku untuk konser rock atau pop, melainkan juga untuk musik klasik.

4. Berkendara dengan sepeda motor

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadariilustrasi berkendara dengan sepeda motor (pexels.com/cottonbro)

Sebuah mesin sepeda motor dapat menghasilkan suara dengan tingkat sekitar 95 desibel, sementara speedboat bisa sekeras 100 desibel. Suara angin yang bising saat kamu bergerak dengan kecepatan tinggi dapat semakin merusak pendengaran. Desibel semakin meningkat saat kamu berkendara dengan kecepatan sangat tinggi dan menghabiskan banyak waktu di jalan raya.

Untuk menjaga keamanan pendengaran, kamu bisa membeli peralatan untuk meredam suara motor. Juga, saat sedang berkendara, gunakan pelindung telinga dengan filter khusus yang membatasi kebisingan, tetapi tetap memungkinkan kamu mendengar sirene, klakson, dan suara penting lainnya.

5. Proyek pengerjaan kayu

5 Aktivitas yang Bisa Memicu Gangguan Pendengaran, Jarang Disadariilustrasi pengerjaan kayu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pengerjaan kayu dan yang menggunakan perkakas listrik dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Gergaji bundar biasa diperkirakan dapat merusak pendengaran hanya dalam 1 menit, sementara gergaji meja dan amplas memakan waktu yang lebih lama.

Hal ini sering kali tidak menjadi masalah, kecuali jika berlanjut dalam waktu lama. Jadi, jika pengerjaan kayu adalah rutinitas sehari-harimu, jangan lupa gunakan pelindung telinga.

Untuk menghindari gangguan pendengaran, cobalah untuk menghindari aktivitas yang melibatkan suara bising. Bila masih tidak bisa, kenakan penutup telinga atau alat pelindung pendengaran lainnya. Selain itu, jika kamu terlanjur mengalami masalah pendengaran, segera obati sebelum kerusakan permanen terjadi.

Baca Juga: Rutin Membersihkan Telinga, Sebetulnya Ini Perlu atau Tidak?

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya