Selain menjalani pengobatan secara medis, ada beberapa perawatan yang perlu diperhatikan untuk eksim basah.
Yang pertama adalah hindari menggaruk karena ini meningkatkan risiko infeksi bakteri, virus, atau kuman lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka.
Supaya kondisi eksim tidak makin parah akibat iritasi ataupun infeksi, maka tutuplah luka dengan perban. Kemudian, ganti perban minimal satu kali sehari atau ketika perban terlihat basah/kotor.
Menjaga kebersihan kulit di sekitar eksim juga tak kalah penting. Penderita disarankan untuk mandi dengan air hangat menggunakan sabun yang berbahan lembut guna menghindari terjadinya iritasi kulit.
Selain itu, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat karena keringat berlebih dan udara lembap dapat menyebabkan eksim basah menjadi makin gatal, teriritasi, dan sulit untuk sembuh.
Jika kamu mengalami eksim basah dan terinfeksi, pengobatan akan bergantung pada jenis infeksi yang kamu alami. Infeksi bakteri biasanya diobati dengan antibiotik, yang dapat diberikan dalam bentuk krim, salep, tablet, atau sirop. Antibiotik juga bisa diberikan bersamaan dengan steroid topikal.
Sementara itu, infeksi virus biasanya diobati dengan tablet antivirus. Jika infeksi virus cukup parah, kamu mungkin perlu menerima obat-obatan ini melalui infus di rumah sakit.
Apabila yang terjadi adalah infeksi jamur, maka dokter dapat meresepkan krim atau salep antijamur. Ini biasanya dikombinasikan dengan steroid topikal.
Selain melalui obat-obatan, ada juga beberapa perawatan rumahan untuk mempercepat penyembuhan. Berikut pengobatan rumahan yang bisa kamu lakukan mengutip Healthline:
- Emolien antiseptik untuk menghidrasi kulit dan melindunginya dari bakteri.
- Latihan manajemen stres.
- Modifikasi perilaku atau biofeedback.
- Mengubah pola makan dengan menghindari makanan pemicu.