Comscore Tracker

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Pemakaian lensa kontak adalah salah satu penyebabnya

Keratitis adalah istilah medis untuk peradangan pada kornea mata. Kornea adalah jaringan bening berbentuk kubah di bagian depan mata yang menutupi pupil dan iris, yang bertugas untuk membantu mata fokus, sehingga kita bisa melihat objek dengan jelas dan memberikan penghalang terhadap kotoran, kuman, dan juga penyakit.

Keratitis mengakibatkan kornea meradang, sehingga menyebabkan masalah pada penglihatan dan membuat mata lebih peka terhadap cahaya.

Dalam kondisi yang ringan, keratitis bisa diobati secara efektif tanpa harus kehilangan penglihatan. Namun, jika tidak diobati atau infeksi menjadi lebih parah, maka keratitis bisa menyebabkan komplikasi serius hingga merusak penglihatan secara permanen.

Untuk mewaspadai penyakit mata yang satu ini, berikut ini fakta seputar keratitis yang perlu kamu ketahui.

1. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama merupakan salah satu penyebab keratitis

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan KebutaanIlustrasi perempuan memakai soft lens. pixabay.com/Martin Slavoljubovski

Keratitis umumnya terjadi karena ada sesuatu yang mengiritasi mata, seperti infeksi atau cedera. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko keratitis. Contohnya pemakaian lensa kontak yang terlalu lama, terutama bila memakainya semalaman. Selain itu, tidak menjaga kebersihan lensa kontak dengan baik juga akan meningkatkan risiko keratitis.

Melansir Medical News Today, seseorang yang baru saja menderita penyakit mata atau cedera kemungkinan lebih berisiko terkena keratitis. Selain itu, orang dengan virus herpes simpleks juga lebih berisiko untuk mengembangkan keratitis virus. Memaparkan mata ke air seperti ketika berenang atau di bak mandi air panas, juga berisiko tinggi mengembangkan keratitis.

Keratitis juga dapat terjadi karena kondisi mata yang kering. Masalah dengan kelopak mata atau saluran air mata bisa menunjukkan jika kondisi mata tidak lembap seperti yang seharusnya.

Selain itu, jika sistem kekebalan terganggu karena penyakit atau obat-obatan tertentu, risiko keratitis juga bisa meningkat.

Melansir Mayo Clinic, penggunaan obat tetes mata seperti kortikosteroid untuk mengobati gangguan mata bisa meningkatkan risiko berkembangnya keratitis menular atau bahkan memperburuk keratitis yang sudah ada.

2. Jenis-jenis keratitis

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan KebutaanKeratitis akibat herpes simpleks. eyerounds.org

Melansir Medical News Today, ada dua jenis utama keratitis, yaitu menular dan tidak menular. 

Penyebab keratitis tidak menular yaitu meliputi:

  • Memakai lensa kontak terlalu lama
  • Alergi, misalnya terhadap kosmetik atau polusi
  • Cedera pada kornea
  • Defisiensi vitamin A
  • Paparan sinar matahari yang intens, misalnya dari air atau salju
  • Mata mengering, terkadang jika mata tidak menghasilkan cukup air mata
  • Sesuatu di mata yang seharusnya tidak di sana

Pada jenis keratitis yang menular, penyebabnya antara lain:

  • Bakteri, biasanya dari lensa kontak yang tidak bersih
  • Virus, dari infeksi virus herpes simpleks atau virus herpes zoster
  • Parasit, disebabkan oleh organisme kecil yang sering ditemukan di danau dan sungai
  • Jamur, paling sering dari cedera mata oleh cabang pohon atau tanaman

Baca Juga: 8 Penyebab Mengapa Matamu Gatal, Ada yang Butuh Penanganan Dokter

3. Mata merah dan ketidakmampuan untuk membuka mata adalah gejala umum keratitis

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaanfreepik.com/user18526052

Melansir Healthline, gejala keratitis meliputi:

  • Mata merah
  • Nyeri dan iritasi pada mata yang terkena
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Kotoran mata
  • Perubahan penglihatan, seperti kabur atau ketidakmampuan untuk melihat
  • Robekan berlebihan
  • Ketidakmampuan untuk membuka mata

Tanpa pengobatan, gejala keratitis akan berkembang dan menjadi semakin parah. Kapan gejala muncul tergantung pada jenis keratitisnya. Contohnya seperti gejala keratitis bakterial yang dapat langsung muncul.

4. Keratitis bisa menyebabkan ulkus kornea, penurunan ketajaman penglihatan, hingga kebutaan

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaanunsplash.com/David Travis

Keratitis yang tidak segera diobati bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi. Dirangkum dari News-Medical.Net dan Healthline, keratitis bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Ulkus kornea
  • Bekas luka kornea
  • Peradangan kronis kornea yang menyebabkan jaringan parut
  • Penurunan ketajaman penglihatan
  • Infeksi mata berulang
  • Keratitis virus kronis
  • Kehilangan penglihatan total

5. Diagnosis keratitis

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan KebutaanIlustrasi pemeriksaan mata dengan dokter mata. pixabay.com/David Mark

Dalam proses diagnosis keratitis, dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala apa saja yang dialami pasien, kemudian pemeriksaan akan dilakukan. Bila kondisi mata pasien tertutup rapat karena infeksi, maka dokter akan membantu membukanya agar bisa dilakukan pemeriksaan penuh pada kornea.

Sebuah lampu celah atau senter pena bisa digunakan selama ujian. Slit lamp bekerja dengan memperbesar struktur di dalam mata pasien, sehingga dokter bisa melihat lebih dekat kerusakan yang disebabkan oleh keratitis.

Senter akan digunakan untuk memeriksa pupil pasien untuk mencari perubahan yang tidak biasa. Noda bisa dioleskan ke permukaan mata untuk membantu dokter mencari perubahan lainnya.

Untuk menyingkirkan penyebab keratitis lainnya seperti infeksi, dokter kemungkinan akan meminta pengujian laboratorium. Ia akan mengumpulkan sampel kornea atau robekan untuk mengetahui penyebab pasti dari keratitis.

6. Pengobatan keratitis

Mengenal Keratitis, Peradangan Kornea Mata yang Bisa Sebabkan KebutaanIlustrasi obat tetes mata. freepik.com/freepik

Setelah keratitis terdiagnosis, dokter akan memberikan perawatan sesuai dengan penyebabnya. Jika pasien mengalami infeksi, maka pasien akan diresepkan obat. Dokter kemungkinan akan meresepkan obat tetes mata, obat oral, atau mungkin keduanya. Ini termasuk:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri
  • Biopsida untuk infeksi parasit
  • Antijamur untuk infeksi jamur
  • Antivirus untuk infeksi virus

Namun, tidak semua bentuk keratitis bisa merespons pengobatan dengan cara yang sama. Misalnya, keratitis Acanthamoeba terkadang bisa kebal dengan antibiotik, sehingga dokter kemungkinan perlu melihat mata pasen lagi jika infeksinya tidak sembuh.

Selain itu, obat antivirus kemungkinan tidak sepenuhnya bisa menghilangkan virus yang menyebabkan keratitis pasien, sehingga pasien harus mewaspadai infeksi berulang sebagai dampaknya. Penutup mata bisa digunakan untuk membantu melindungi area yang terkena dan membantu proses penyembuhan.

Itulah deretan fakta medis seputar keratitis, kondisi peradangan kornea mata. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi, atau gangguan apa pun pada mata, segera periksakan ke dokter sebelum kondisinya itu memburuk. Semakin cepat keratitis diobati dan mendapat penanganan, maka akan semakin besar peluang untuk kesembuhan dan terhindar dari komplikasi berbahaya seperti kebutaan.

Baca Juga: 5 Cara Menyegarkan Mata Lelah akibat Memandang Komputer Terlalu Lama

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya