Comscore Tracker

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Samping

Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol

Obat simvastatin dapat berbentuk tablet maupun cair yang dikonsumsi secara oral. Simvastatin merupakan obat resep, sehingga tidak dijual bebas di apotek maupun toko obat. 

Simvastatin termasuk dalam kelompok obat yang disebut penghambat reduktase HMG-CoA atau statin. Biasanya, obat ini digunakan untuk menurunkan kolesterol, tetapi obat ini juga mampu digunakan untuk berbagai tujuan medis lainnya. Untuk ketahui lebih banyak mengenai simvastatin, baca informasi berikut sampai habis, ya!

1. Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol jahat dan trigliserida

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Sampingilustrasi kadar kolesterol tinggi (healthtimes.co.zw)

Simvastatin bekerja untuk mengurangi jumlah kolesterol dalam darah dengan cara menghalangi enzim yang diperlukan untuk membuat kolesterol. Karenanya, obat ini digunakan bersama dengan pola makan yang tepat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL). 

Selain itu, simvastatin juga bisa digunakan untuk menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah stroke, dan serangan jantung, mengutip WebMD.

Mengombinasikan pola makan yang tepat dan sehat serta gaya hidup sehat bisa meningkatkan efektivitas kerja obat ini. Gaya hidup yang dimaksud meliputi olahraga secara teratur, menurunkan berat badan bila kelebihan berat badan, serta berhenti atau tidak merokok dan terpapar asapnya.

2. Peringatan penting sebelum mengonsumsi simvastatin

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Sampingilustasi minum obat simvastatin (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Obat statin, termasuk simvastatin, kadang bisa mengakibatkan miopati atau penyakit otot, juga dapat menyebabkan miopati nekrotikans yang dimediasi imun atau immune-mediated necrotizing myopathy (IMNM). Bahkan, obat statin juga dikatakan dapat memicu rhabdomyolysis, yakni kerusakan otot yang parah dan kerap mengakibatkan gagal ginjal.

Dilansir Healthline, seseorang memiliki peningkatan risiko-risiko di atas bila punya beberapa kondisi ini:

  • Lanjut usia
  • Jenis kelamin perempuan
  • Memiliki penyakit ginjal
  • Memiliki fungsi tiroid yang rendah
  • Meminum obat ini dengan dosis tinggi
  • Meminum obat ini dengan obat tertentu lainnya

Orang dengan penyakit hati aktif tidak boleh menggunakan simvastatin. Jadi, orang yang kecanduan alkohol, punya riwayat penyalahgunaan alkohol, atau mengidap penyakit hati harus mendiskusikan risiko obat ini dengan dokter. Sebab, simvastatin dapat meningkatkan risiko cedera hati yang serius pada orang-orang dengan penyakit hati.

3. Cara menggunakan simvastatin

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Sampingilustrasi simvastatin dalam bentuk cairan atau sirop (fannin.eu)

Simvastatin dikonsumsi secara oral dengan segelas air. Kamu bisa mengikuti petunjuk yang tertera di kemasan obat atau sesuai dengan arahan dokter atau apoteker. Simvastatin bisa diminum dengan atau tanpa makanan.

Dosis obat ini harus diambil secara berkala sesuai arahan. Jangan meminumnya lebih sering atau dosis lebih tinggi dari yang dianjurkan.

Untuk penggunaan simvastatin pada anak, konsultasikan dengan dokter spesialis anak, sebab perawatan khusus mungkin diperlukan. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah tidak berbagi obat ini dengan orang lain, sebab resep obat hanya ditujukan untuk kamu atau satu pasien saja, mengutip Cleveland Clinic.

Baca Juga: Ibuprofen: Manfaat, Dosis, Peringatan, Interaksi, Efek Samping

4. Overdosis, dosis yang terlewat, dan cara penyimpanan

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Sampingilustrasi kotak penyimpanan obat (unsplash.com/Laurynas Mereckas)

Bila mengalami overdosis simvastatin, seseorang dapat mengalami gejala serius seperti pingsan atau kesulitan bernapas. Jika ini sampai terjadi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Tes laboratorium atau tes medis harus dilakukan secara berkala guna memantau kemajuan serta memeriksa efek samping obat.

Seumpama kamu melewatkan satu dosis, segera minum obat setelah kamu ingat. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat dan ambil dosis berikutnya pada waktu yang teratur. Jangan sekali-kali menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat, ya! Sebab, ini mungkin menimbulkan overdosis.

Simpanlah simvastatin pada suhu ruangan dan jauh dari cahaya dan kelembapan. Kisaran suhu penyimpanannya akan berbeda tergantung produsen obat, sehingga penting untuk mengonsultasikannya ke dokter atau apoteker untuk mendapat informasi yang tepat. Baca juga keterangan di label kemasan obat.

Simvastatin tidak boleh didinginkan atau dibekukan, serta jangan menyimpannya di kamar mandi. Kemudian, pastikan untuk menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Dalam bentuk cair atau suspensi, buang obat ini satu bulan setelah membuka botol, meskipun obat masih tersisa sekalipun. Jangan membuang obat ke toilet atau menuangkannya ke saluran pembuangan kecuali diinstruksikan. Apabila sudah kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan, buang obat dengan benar.

5. Efek samping yang mungkin terjadi

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek SampingSakit kepala, salah satu efek samping simvastatin yang bisa terjadi. (unsplash.com/usmanyousaf)

Ada beberapa efek samping dari konsumsi simvastatin yang perlu diwaspadai, yang meliputi:

  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
  • Kebingungan.
  • Nyeri sendi.
  • Kehilangan ingatan.
  • Kulit kemerahan, melepuh, mengelupas, ini terjadi juga bisa di dalam mulut.
  • Tanda dan gejala gula darah tinggi seperti lebih haus atau lapar atau harus buang air kecil lebih banyak dan sering dari biasanya. Merasa sangat lelah atau memiliki penglihatan kabur juga bisa dirasakan.
  • Tanda dan gejala cedera otot seperti urine berwarna gelap, kesulitan buang air kecil atau perubahan jumlah urine, tubuh menjadi sangat lemah atau lelah, serta nyeri otot atau punggung.
  • Menguningnya mata atau kulit.

Selain itu, ada juga efek samping lain yang umumnya tidak memerlukan penanganan medis, termasuk:

  • Sembelit
  • Diare
  • Pusing
  • Buang gas
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit perut
  • Susah tidur

6. Interaksi obat simvastatin

Simvastatin: Kegunaan, Peringatan, Interaksi, dan Efek Sampingilustrasi obat simvastatin (commons.wikimedia.org)

Ada beberapa obat yang bisa berinteraksi dengan simvastatin. Maka dari itu, kamu harus memberi tahu dokter tentang semua obat (termasuk suplemen dan obat herbal) yang sedang dikonsumsi, akan dikonsumsi, maupun sudah tak lagi dikonsumsi, mengutip Drugs.

Sebaiknya kamu menghentikan penggunaan obat lain selama perawatan dengan simvastatin, terutama bila sedang mengonsumsi:

  • Delavirdin
  • Fenofibrat
  • Flukonazol

Tentu saja tidak hanya ketiga obat di atas yang dapat berinteraksi dengan simvastatin. Bisa juga obat resep lainnya, obat-obatan yang dijual bebas, vitamin, maupun produk herbal. Konsultasikan ke dokter dengan memberi tahu semua obat-obatan yang kamu konsumsi sebelum meminum simvastatin.

Itulah informasi lengkap seputar simvastatin. Sebagai golongan obat yang butuh resep dokter, pastikan untuk menjauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, dan jangan berbagi obat dengan orang lain.

Konsumsilah obat dengan bijak sesuai indikasi, serta selalu patuhi arahan dari dokter maupun apoteker. Jangan mengonsumsinya sembarangan tanpa resep dokter, ya!

Baca Juga: Vitamin B5: Fungsi, Manfaat, Dosis, dan Gejala Defisiensi

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya