Kulit adalah pelindung utama tubuh, batas pertama antara manusia dan dunia luar. Saat lapisan ini mengalami peradangan luas dan berat, dampaknya tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga terasa hingga ke sistem tubuh secara keseluruhan. Eritroderma adalah salah satu contoh paling ekstrem dari kondisi tersebut.
Eritroderma, atau exfoliative dermatitis, ditandai dengan kemerahan dan pengelupasan yang melibatkan lebih dari 90 persen permukaan tubuh. Kondisi ini tergolong langka, tetapi serius. Pasien tidak hanya berhadapan dengan rasa gatal atau nyeri kulit, melainkan juga risiko gangguan cairan, infeksi, hingga kegagalan organ jika tidak ditangani dengan cepat.
Dalam praktik klinis, eritroderma sering menjadi tantangan karena bukan penyakit tunggal, melainkan manifestasi akhir dari berbagai gangguan mendasar. Memahami penyebab, gejala, dan penanganannya menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa dan kualitas hidup pasien.
