ilustrasi ASMR (brightside.me)
Menurut National Sleep Foundation, ada banyak jenis rangsangan ASMR. Dari mulai melipat handuk, mengetik kibor, membalik halaman buku, hingga audio yang membisikkan kata-kata suportif, mukbang, suara ketukan, garukan, hujan, dan sebagainya. Selain itu, ASMR juga disebut-sebut dapat membantu meredakan insomnia.
Akan tetapi, sesuai kata Allen di poin sebelumnya, tiap orang memiliki respons yang berbeda-beda terhadap rangsangan. Bukannya jadi relaks, malah ada orang-orang yang merasa terganggu dengan suara-suara yang dihasilkan (sensitif terhadap suara tertentu atau misofonia).
Sebagai contoh, beberapa penikmat ASMR senang mendengarkan suara bisikan dan benci mendengar suara mengunyah, atau sebaliknya. Menurut sebuah penelitian gabungan di Britania Raya yang dimuat di jurnal PeerJ tahun 2017, sebanyak 43 persen pencinta ASMR mengidap misofonia pada suara-suara tertentu.
Namun, jika kamu menikmatinya, sensasi yang dirasakan akan menjalar dari kulit kepala hingga ke seluruh tubuh, dan memicu perasaan relaks sebelum tidur. Segmen audio atau video berdurasi panjang, bahkan banyak yang lebih dari satu jam, bisa dinikmati hingga kamu tertidur.