Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Influenza B dan Kaitannya dengan Flu Musiman
ilustrasi influenza (magnific.com/magnific)
  • Influenza B merupakan penyebab flu musiman pada manusia, dengan gejala seperti demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas.
  • Berbeda dari influenza A yang memiliki subtipe, influenza B dikelompokkan berdasarkan garis keturunan; gejalanya mirip infeksi pernapasan lain sehingga pemeriksaan dapat diperlukan.
  • Virus ini mudah menular lewat partikel pernapasan, terutama di tempat padat; pemantauan perubahan virus membantu memahami penyebaran dan menentukan komposisi vaksin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sering kali flu dianggap cuma penyakit ringan yang bakal hilang sendiri, apalagi gejalanya memang sekilas mirip dengan pilek atau masuk angin. Padahal, ada beberapa virus influenza yang bisa beredar dan menyebabkan flu musiman, salah satunya influenza B. Virus ini bisa memicu gejala seperti demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Menariknya, influenza B punya karakteristik yang berbeda dari influenza A sehingga masih banyak hal yang mungkin belum diketahui tentang virus ini. Nah, kalau kamu sering mendengar istilah influenza B tetapi masih bingung apa hubungannya dengan flu musiman, yuk, kenali fakta-faktanya lebih jauh!

1. Influenza B merupakan salah satu penyebab flu musiman

ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

Ketika mendengar istilah influenza, mungkin yang pertama kali terlintas adalah virus influenza A. Namun, sebenarnya, influenza B juga beredar di antara manusia dan merupakan salah satu penyebab epidemi flu musiman, lho. Jadi, meskipun namanya gak sepopuler influenza A, virus ini tetap berkontribusi pada terjadinya kasus flu dari waktu ke waktu.

Influenza B sebagian besar menyerang manusia dan dapat memunculkan gejala yang cukup dikenal, seperti demam, batuk, nyeri kepala, sakit otot, dan tubuh yang lemas. Gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat tubuh tidak dalam kondisi prima. Dari sini terlihat jelas bahwa influenza B bukan hanya sekadar istilah yang ditemukan dalam hasil pemeriksaan, tetapi benar-benar termasuk virus yang menyebabkan flu musiman.

2. Influenza B berbeda dari influenza A

ilustrasi influenza (magnific.com/prostooleh)

Walaupun keduanya dapat menyebabkan flu musiman, influenza B dan influenza A adalah dua jenis virus yang berbeda. Salah satu perbedaan utama adalah influenza A terbagi menjadi subtipe seperti H1N1 dan H3N2, sedangkan influenza B gak diklasifikasikan berdasarkan subtipe, melainkan melalui garis keturunan atau lineage.

Perbedaan ini mungkin terkesan teknis, tetapi sebenarnya membantu para ahli untuk mengidentifikasi dan memantau virus yang ada. Pemantauan semacam ini sangat penting karena virus influenza selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ketika musim flu tiba, para peneliti tidak hanya memperhatikan jumlah kasus, tetapi juga memperhatikan jenis virus yang sedang banyak beredar.

3. Influenza B bisa menular dengan mudah

ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)

Pernah merasa baru ngobrol atau berada cukup dekat dengan orang yang sedang flu, lalu beberapa hari kemudian ikut gak enak badan? Situasi ini dapat terjadi karena influenza mudah menyebar melalui partikel pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan ini lebih mungkin terjadi di daerah yang padat, seperti sekolah atau tempat dengan banyak orang.

Oleh karena itu, flu dapat menyebar dengan cepat saat banyak orang terinfeksi. Umumnya, masa inkubasi influenza berkisar sekitar dua hari, meskipun dapat bervariasi antara satu hingga empat hari sebelum gejala muncul. Adapun kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menutup mulut saat batuk atau bersin tetap sangat penting untuk mengurangi risiko penularan.

4. Gejala influenza B bisa mirip dengan flu pada umumnya

ilustrasi sakit flu dan batuk (magnific.com/benzoix)

Saat terinfeksi influenza B, gejalanya bisa terasa seperti penyakit pernapasan yang sudah sering kita alami. Demam yang muncul tiba-tiba, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, pilek, sakit tenggorokan, serta tubuh terasa lemas termasuk gejala yang umum terjadi. Keluhan tersebut juga bisa muncul dalam waktu yang cukup cepat setelah seseorang terinfeksi.

Karena gejalanya mirip dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, influenza B gak selalu bisa dikenali hanya dari keluhan yang dirasakan. Pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan untuk memastikan jenis virus yang menyebabkan infeksi, terutama pada kondisi tertentu. Nah, jadi jangan buru-buru menyimpulkan jenis flu hanya dari gejalanya saja, lho.

5. Influenza B terus dipantau karena virus influenza bisa berubah

ilustrasi memakai masker saat sakit (freepik.com/freepik)

Virus influenza bisa mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga para ahli perlu terus memantau jenis yang sedang beredar. Pemantauan ini penting untuk melihat perkembangan virus sekaligus memahami pola penyebarannya di berbagai wilayah. Nah, informasi tersebut juga membantu menentukan komposisi vaksin influenza untuk musim berikutnya.

Untuk influenza B, pemantauan juga dilakukan berdasarkan garis keturunannya, seperti B/Victoria dan B/Yamagata. Dalam rekomendasi terbaru untuk musim influenza 2027 di belahan bumi selatan, WHO masih memasukkan virus dari garis keturunan B/Victoria sebagai salah satu komponen vaksin. Jadi, meski terdengar seperti istilah yang cukup teknis, pemantauan influenza B sebenarnya penting untuk membantu langkah pencegahan tetap sesuai dengan virus yang sedang beredar.

Influenza B memang termasuk salah satu virus yang menyebabkan flu musiman dan bisa menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. Meski begitu, memahami karakteristiknya bisa membantu kamu lebih bijak saat menemukan informasi soal flu, lho. Nah, dengan mengenali influenza B lebih baik, kamu gak perlu lagi menganggap semua flu sebagai penyakit yang sama.

Referens

“Recommended composition of influenza virus vaccines for use in the 2027 southern hemisphere influenza season.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“Influenza (seasonal).” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“Recommended composition of influenza virus vaccines for use in the 2026-2027 northern hemisphere influenza season.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“A comprehensive review of influenza B virus, its biological and clinical aspects.” Frontiers in Microbiology. Diakses Oktober 2026.

“Influenza Update N° 517.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article